Dukung Capres 02 di Facebook, ASN PTPN IV Dipenjara 3 Bulan

Aparat pemerintah hati-hati jika ingin menunjukkan dukungan kepada capres agar tidak mengalami nasib seperti ASN yang satu ini. Dukung capres 02 ASN PTNPN IV ini dipenjara tiga bulan dan denda Rp 5 juta.

1373
asn dukung capres 02
Ibrahim Martabaya, ASN yang divonis tiga bulan penjara karena mendukung capres 02 di Facebook pada sidang vonis, Rabu (27/3/2019).

Kitakini.news – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan pidana penjara selama tiga bulan kepada Ibrahim Martabaya, aparatur sipil negara. ASN di PTPN IV tersebut divonis tiga bulan penjara karena dukung Capres 02 di akun Facebook miliknya.

Majelis hakim PN Medan yang diketai Azwardi Idris dalam amar putusannya menyebutkan, terdakwa melanggar Undang-Undang Pemilu. Selain pidana penjara, terdakwa juga dikenakan pidana denda RP 5 juta subsider satu bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 280 jo Pasal 552 UU No 7 Tahun 2017 sebagaimana dakwaan JPU (jaksa penuntut umum). Oleh karena itu, menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 3 bulan dengan denda sebesar Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan,” ujar hakim Azwardi Idris.

Dalam amar putusan tersebut, majelis hakim menyebutkan, hal yang memberatkan karena terdakwa merupakan aparatur sipil negara yang seharusnya netral. “Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan,” sebut Azwardi, Rabu (28/3/2019).

Namun, vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan enam bulan penjara.

Menyikapi vonis ini baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir. Ditanya pendapatnya, Ibrahim didampingi istrinya masih enggan berkomentar.

Baca juga : Dinilai Dukung Salah Satu Capres di Medsos, ASN PTPN IV ini Dituntut Enam Bulan Penjara

ASN yang dukung capres 02 itu diproses setelah dilaporkan masyarakat

Sementara itu,  Kadlan Sinaga,  salah seorang tim JPU perkara ini menjelaskan kasus ini merupakan laporan dari masyarakat. ASN yang dukung capres 02 itu dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh Sentra Gakkumdu Sumut. “Kemudian diselidiki, masuk penyidikan dan dilimpahkan ke Gakkumdu, “sebutnya.

Selain berpose dua jari, Kadlan mengatakan, ASN tersebut selain mem-posting foto pose dua jari. dia juga mem-posting foto bersama Djoko Santoso, Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Jadi memang yang terbukti di persidangan itu postingan terdakwa saat berpose dua jari. Kemudian dia mem-posting foto bersama Djoko Santoso di Bandara Kualanamu sambil menunjukan simbol jari dua, ” imbuh Kadlan.

Seharusnya lanjut Kadlan  sebagai ASN,  terdakwa tidak boleh menunjukan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon.  Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Pemilu. “Untuk putusan ini kita masih pikir-pikir selama tiga hari,” pungkasnya.

Mutiara Hikmah

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here