Gatot Nurmantyo Buka-Bukaan Minimnya Anggaran dan Mutasi di Tubuh TNI

Mantan Panglima TNI kendati tidak menyampaikan langsung namun mengisyaratkan dukungan kepada Prabowo Subianto. Hadi pada Pidato Kebangsaan Prabowo Subiantod di Surabaya Gatot menyampaikan pidato yang cukup mengejutkan banyak pihak.

326
pidato gatot nurmantyo di pidato kebangsaan prabowo
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto (kanan) menyambut mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo (kiri) pada acara Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto di Surabaya, Jumat (12/4/2019). (Foto : inews.id)

Kitakini.news – Datang saat acara Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto tengah berlangsung Dyandra Convention Hall Surabaya, Jumat (12/4/2019), Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo sontak menjadi pusat perhatian. Selain kehadirannya, pidato yang dia sampaikan juga cukup mengejutkan lantaran menyinggung minimnya anggaran TNI saat ini.

“Saat ini yang tipis adalah, mulai dari segi anggaran. Saya tidak menyalahkan siapapun juga. Tapi ini saya perlu informasikan karena saya mantan panglima TNI. Agar rakyat bersama, jangan terpecah-pecah. Bahwa dari segi anggaran pada saat saya menjabat sebagai Panglima TNI, saya sudah berusaha sekuat mungkin tapi saya tidak berdaya.” ujarnya disambut riuh pendukung yang hadir.

Dia menyebutkan, dengan memiliki personel lebih dari 455 ribu, anggaran TNI hanya sebesar Rp 5 triliun lebih.

“APBNP TNI yaitu Departemen Pertahanan, Mabes TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara jumlah personelnya lebih dari 455 ribu. Mempunyai ratusan pesawat terbang tempur, mempunyai ratusan kapal perang, ribuan tank, senjata berat, anggarannya hanya 5 triliun lebih,” ucapnya.

Anggaran tersebut kata dia selanjutnya dibagi untuk Departemen Pertahanan Rp 1 triliun. Sementara itu, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara masing-masing mendapat Rp 1 triliun lebih. Markas Besar TNI mendapatkan anggara Rp 900 miliar.

Baca Juga : Pengamanan Pemilu 2019, TNI Polri Harus Saling Koordinasi

Gatot  lalu membandingkan anggaran tersebut dengan institusi lain yang mendapatkan anggaran Rp 4 triliun. Kendati tidak menyebut spesifik institusi yang dimaksud, dia hanya menjelaskan kriteria institusi tersebut. Dia juga membandingkan anggaran TNI dengan anggaran untuk Polri. Gatot menyebut hal tersebeut tidak salah, namun mengecilkan TNI.

“Tetapi ada institusi yang tidak punya pesawat tempur, senjatanya pendek, dan ada senjata panjang sedikit saja. Dan, jumlah personelnya tidak sampai 3 ribu, tetapi anggarannya 4 triliun. Dan kepolisian Republik Indonesia (Rp) 17 triliun,” ucapnya yang kembali disambut riuh.

Pidato Gatot Nurmantyo juga singgung banyak perwira TNI berprestasi kini tanpa jabatan

Pada bagian lain, pidato Gatot Nurmantyo juga menyebutkan banyaknya perwira TNI berprestasi yang dimutasi pasca dirinya tidak lagi menjabat Panglima TNI.

“Selanjutnya yang paling penting bagi tentara adalah moralitas dan semangat juangnya, ini pun dipaprasi (dipangkas). Begitu saya turun, maka semua yang terbaik dicabut. Kepala badan intelijen strategis, Mayjen TNI Ilyas. Dialah yang menyelesaikan Poso, silahkan diskusi dengan siapapun siapa yang selesaikan Poso. Tetapi dicopot, sampai dengan sekarang tanpa jabatan. Termasuk direktur A Komandan Satuan Tugas Intelijen yang membongkar senjata, sekarang pun copot tanpa jabatan,” ujarnya.

“Jabatan strategis diisi orang katanya Investasi sumber daya manusia di TNI itu adalah jabatan–jabatan tersebut. Panglima Divisi Infanteri Satu, Panglima Divisi Infanteri 2 dicopot, sampai dengan sekarang tanpa jabatan. Komandan Jenderal Kopassus, dicopot sampai dengan sekarang tidak ada jabatan,” ujarnya.

Sepeninggalnya kata Gatot, jabatan strategis tersebut malah diisi orang ‘bermasalah’. “Saya tidak salah menyebutkan, orang-orang yang bermasalah menempati jabatan-jabatan strategis,” ungkapnya.

Editor : M Tanjung

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here