8 Desainer Grafis Indonesia “Bersuara” di Kancah Dunia

6
desain grafis indonesia
8 Desainer Grafis Indonesia “Bersuara” di Kancah Dunia. (Grafis: Kitakini.news)

Kitakini.news – Desainer grafis Indonesia ternyata tidak sedikit yang mengais rezeki di luar negeri, bahkan memiliki karir yang cukup baik. Kebanyakan diantara mereka berkecimpung di dunia perfilman, namun tetap menangani pekerjaan desain.

Inilah 8 Desainer Indonesia “Bersuara” di Kancah Dunia

Yolanda Santosa

Jika anda pernah menonton film-film hits layar lebar berjudul 300, Hulk atau Cat Woman. Tanpa disadari bahwa anda telah menikmati bagian dari pekerjaan seorang desainer grafis asal Indonesia yakni, Yolanda Santosa.

Yolanda adalah salah satu generasi muda asal Indonesia yang sukses, ia berkarir di bidang branding & motion graphic sebagai desainer. Bermarkas di Amerika Serikat, Yolanda berkarir melalui bendera usahanya Ferroconcrete.

Sukses dalam sejumlah film box office, Yolanda diakui piawai dalam mendesain film title, opening show atau main title. Ia memberi kontribusi yang cukup besar dalam mengangkat publikasi sebuah film.

Lewat kontribusinya tersebut, Yolanda berhasil meraih sejumlah penghargaan. Tiga tahun berturut-turut, namanya masuk nominasi untuk meraih Emmy Award.

Kalim Winata

Lahir di Jakarta tahun 1965, Kalim Winata adalah seorang Computer-Generated Images Artist di ImageMovers Digital. Kalim bekerja di salah satu anak perusahaan Disney dan bertugas untuk memadupadankan pakaian, aksesori, warna rambut dan karakter animasi.

Kalim merintis karirnya di bidang animasi sebagai seorang Render Wrangler di Pacifif Data Images Dreamworks. Perusahaan ini telah memproduksi film animasi Shrek 1-3 dan banyak lagi.

Agar bisa menembus studio besar menurut Kalim sederhana saja. Para desainer grafis cukup menampilkan portfolio karyanya di sejumlah website berisi iklan lowongan pekerjaan di perusahaan animasi.

Melissa Sunjaya

Wanita kelahiran Jakarta 1974 ini pernah bekerja di berbagai studio desain grafis ternama di California, seperti CMg Design Inc., Ph.D, dan Siegel&Gale Los Angeles.

Bersama CMg Design Inc. Melissa menangani pekerjaan desain dari beberapa klien, seperti: Sanwa Bank California, Decrane Aircraft Holding, Metropolitan Water District of Southern California dan banyak lagi.

Henricus Kusbiantoro

Pria asal Bandung (1973) inilah yang telah mendesain sebuah brand expression The Global Campaign dari sang vokalis Bono U2 untuk AIDS di Afrika.

Henri memulai karirnya sebagai seorang desainer grafis di LeBoYe Design Studio, Jakarta (1996). Kemudian Hendri hijrah ke Kota New York dan bekerja di perusahaan desain Pushpin Studio, di bawah Seymor Chwast and D.K. Holland.

Selanjutnya ia bergabung dengan perusahaan korporat kelas dunia Chermayeff and Geismar Inc. Karya fenomenalnya adalah merancang ulang semua sistem grafis dan memperkenalkan sebuah merek baru General Electric secara mendunia pada 2004.

Pemegang gelar MFA bidang desain komunikasi, Pratt Institute (New York) saat ini menjadi senior art director bidang branding di Franscisco.

Lucia C. Dambies

New York merupakan kota yang penting dalam perkembangan profesinya sebagai seorang desainer grafis. Pemegang gelar master bidang desain komunikasi visual dari Pratt Institute ini bekerja sebagai Kepala Desainer di Wharton Bradley Mack.

Danton Sihombing

Karirnya dimulai pada tahun 1990 sebagai seorang desainer grafis. Beberapa kali menjabat sebagai Art Director, terakhir di perusahaan Allied Graphic Arts – New York.

Danton berperan dalam beberapa pekerjaan prestisius, seperti revitalisasi brand Marks & Spencer, Nascar dan sebagainya.

Pemegang gelar MFA bidang desain grafis, Savannah College of Art and Design – Georgia (Amerika Serikat). Ia juga pernah dianugerahi Outstanding Achievement in Graphic Design Award, tahun 1997.

Wahyu Aditya

Pernah dinobatkan sebagai Young Screen Entrepreneur of the Year 2007. Banyak menyisihkan peserta dari berbagai negara lain seperti India, Brasil, Cina, Polandia, Slovenia, Lithuania, Libanon dan Nigeria.

Konsep Aditya adalah, membangun industri animasi. Di usianya konsep ini dinilai bagus karena mampu memadukan antara kreativitas, bisnis dan idealisme.

Christiawan Lie

Kelahiran Bandung 1974 ini, telah berhasil menembus industri komik mainstream Amerika Serikat. Chris menghasilkan 40 komik yang berhasil diterjemahkan ke berbagai bahasa serta memiliki 25 tokoh karakter komik.

Hanya Chris satu-satunya asal Indonesia yang tampil di ajang komik terbesar dunia, San Diego Comic-Con (2006). Komik tersohornya, Return to Labyrinth, habis terjual dalam dua hari pada ajang tersebut.

Ayo, siapa lagi nih desainer grafis dari Indonesia yang ingin ikut “Bersuara” di kancah dunia.

 

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here