Penanganan Kasus Penganiayaan Wartawan Dinilai Tak Becus, Kapolres Belawan : Kasusnya Masih Diproses

penanganan kasus penganiayaan wartawan senior salah satu media cetak di Kota Medan dinilai jalan di tempat dan pimpinan media cetak itu pun berencana akan melaporkan kasus tersebut ke Kapolri.

0
penganiayaan wartawan senior
Ationg dan Ana, menjalani konfrontir dengan korban di Mapolsek Medan Labuhan, Senin (13/5/2019) lalu. (foto : dokumentasi korban)

Kitakini.news – Penanganan kasus penganiayaan wartawan senior Posmetro Medan yang dilakukan Ationg, bos judi tembak ikan menuai banyak pertanyaan. Betapa tidak, hampir dua bulan ditangani Polsek Medan Labuhan, Ationg cs tak juga ‘tersentuh hukum’. Meski sudah 3 orang saksi diperiksa, Ationg masih ‘belum bisa’ ditahan Polsek Medan Labuhan.

Menanggapi lambatnya penanganan kasus tersebut, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis mengaku serius menangani kasus tersebut.

“Kasusnya kan masih diproses Polsek Medan Labuhan, untuk lebih lanjut silahkan konfirmasi kesana ya (Polsek Medan Labuhan),” ucap Ikhwan, melalui siaran pers yang diterima kitakini News dari korban, Rabu (15/5/2019) pagi.

Disinggung mengapa pihaknya tak juga melakukan penahanan terhadap Ationg cs meski semua bukti dan saksi sudah dihadirkan, orang nomor satu di Polres Belawan ini hanya menyebut jika semua masih dalam proses. Tak banyak keterangan yang disampaikan mantan Kasubdit Indah Ditreskrimsus Polda Sumut itu.

Sebelumnya, saat proses konfrontasi yang digelar di Mapolsek Labuhan, Ana wanita yang dijadikan Ationg sebagai saksi, mengaku melihat aksi perusakan handphoe milik Budi Hariadi alias Budenk, selaku korban. Hanya saja, anehnya Ana menyebut jika handphone tersebut dirusak korban sendiri.

Baca Juga : Ketua PPK Belawan Bantah Gelembungkan Suara Caleg DPRD Medan

“Iya, Saya lihat perusakan handphone itu. Yang merusak ya dia (korban) sendiri,” ucap Ana sore itu. Ketika ditanya apa penyebab korban merusak hp tersebut, Ana tampak gelagapan dan bingung.

“Ya gak tau kenapa dia merusak hp nya. Pokonya hp itu dimasukin ke ember,” sebut Ana.

Ditanya siapa yang memasukkan hp tersebut ke ember berisi air, Ana malah mengaku tak melihat persis. Ana sendiri merupakan pemilik warung kopi yang berjualan di belakang lokasi judi Ationg. Ketika terus ditanyai wartawan, Ana memilih bungkam dan mengaku sakit. Terlebih saat mendengar Ationg melarangnya berkomentar terkait penganiayaan wartawan Posmetro Medan.

“Diam aja udah,” kata Ationg, melarang Ana buka mulut.

Agenda konfrontasi yang dilakukan Polsek Labuhan, Senin (13/5/2019) sore itu hanya mengambil keterangan korban dan terlapor. Usai pemeriksaan, Ationg dipersilahkan pulang.

Kasus Penganiayaan Wartawan Senior Posmetro akan Dilapor ke Kapolri

Sementara itu, Pimpinan Umum Posmetro Medan, Maranatha Tobing meminta pihak kepolisian bekerja profesional dan tidak memihak Ationg.

“Kita harap polisi berkerja profesional. Kalau memang Ationg harus ditahan kenapa ditunda-tunda. Jangan sampai masyarakat menilai kinerja polisi yang seolah memihak pengusaha judi itu,” tegas Tobing

“Pak Kapolres jangan asal bicara kalau kasus itu sedang berproses. Bapak lihat lah bagaimana kinerja Polsek Labuhan Deli itu. Jelas-jelas kasus ini berat ditindaklanjuti anggota bapak. Buktinya, hingga sekarang lokasi judi yang dikelola Ationg cs nyaman beroperasi. Atau apakah perjudian sudah merupakan perbuatan yang diperbolehkan di Indonesia. Kalau Bapak Kapolres tidak bertindak soal lokasi judi Ationg cs, hal ini akan kami sampaikan kepada Bapak Kapolri,” timpal Tobing.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

PESAN TOKOH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here