Iran Bersengketa Dengan AS, China Tawarkan Bantuan

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat dan China hadir untuk menawarkan bantuan kepada ibukota Teheran itu, karena China tidak sepakat dengan sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Iran secara sepihak.

24
iran bersengketa dengan AS
Menteri Luar Negeri China Wang Yi. (foto : reuters)

Kitakini.news – Iran bersengketa dengan AS dan ketegangannya semakin meningkat. China hadir, menawarkan bantuan kepada Iran. China membela Teheran karena tak setuju dengan sanksi sepihak yang diberikan Amerika Serikat (AS) kepada Iran.

Selain itu, China juga memiliki hubungan energi dan bisnis yang erat dengan Iran. Namun, China harus melangkah hati-hati, karena China juga memiliki hubungan baik dengan saingan regional Iran, yakni Arab Saudi.

Anggota Dewan Negara yang juga Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengungkapkan bahwa China dan Iran perlu meningkatkan koordinasi dan komunikasi. Hal itu diungkapkan Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan di Beijing beberapa waktu lalu.

“China dengan tegas menentang penerapan sanksi unilateral AS. Dan apa yang disebut ‘yurisdiksi lengan panjang’, memahami situasi saat ini dan keprihatinan pihak Iran. Serta mendukung Iran untuk melindungi hak-hak dan kepentingannya yang sah,” papar Kementerian Luar Negeri China mengutip pernyataan Wang.

Bantuan yang ditawarkan China kepada Iran bukan tanpa alasan. Menurut Wang, China menghargai implementasi penuh Iran dari perjanjian nuklir. Iran sendiri telah berniat untuk mematuhinya.

“Perselisihan seputar perjanjian nuklir Iran pada dasarnya adalah kontes antara multilateralisme dan unilateralisme,” papar Wang seperti dilansir Reuters, Sabtu (18/5/2019).

Diketahui, meski AS telah menarik diri dari perjanjian nuklir internasional, namun Iran masih komitmen terhadap kewajibannya.

Iran Bersengketa Dengan AS, Garda Revolusi Ancam Tutup Jalur Harmuz

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, yang pernyataannya dikutip Kementerian Luar Negeri China, mengatakan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk menarik diri dari perjanjian nuklir dan menentang perang.

“Iran mempertahankan status Selat Hormuz sebagai saluran transportasi internasional,” ungkapnya.

Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mengancam akan menutup jalur air strategis itu setelah AS berniat “menghabisi” ekspor minyak Teheran hingga angka nol. Caranya, dengan menjatuhkan sanksi kepada negara mana pun yang membeli minyak Teheran.

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur untuk sebagian besar pasokan minyak dunia.

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here