Geruduk Kantor Bawaslu Sumut, Massa Aksi Damai Gelar Salat Ashar Berjamaah

Massa aksi damai yang sedang menggelar demo di depan Kantor Bawaslu Sumut langsung menghentikan aksinya sesaat setelah mendengar azan Ashar dan massa pun langsung melaksanakan Salat Ashar berjamaah di depan Kantor Bawaslu Sumut itu.

15
geruduk kantor bawaslu
Massa aksi damai, tolak hasil Pemilu 2019 laksanakan Salat Ashar berjamaah di depan Kantor Bawaslu Sumut, Rabu (22/5/2019). (foto : kitakini.news/rahmat hidayat)

Kitakini.news – Massa aksi damai di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melaksanakan Salat Ashar berjamaah, Rabu (22/5/2019). Seketika, suara azan Ashar terdengar dari toa mesjid yang berada di sekitar gedung Bawaslu, saat itu juga, sejumlah massa yang geruduk Kantor Bawaslu langsung menyetop aksi mereka.

Ribuan orang itu langsung bergegas mengambil air wudhu menggunakan air mineral botol dan sebagian mereka bertayamum untuk melaksanakan Salat Ashar berjamaah.

Tak hanya massa laki-laki saja yang terlihat melakukan salat berjamaah, sejumlah demonstran perempuan juga terlihat ikut dalam barisan Salat Ashar itu.

Usai melakukan salat berjamaah, massa aksi kemudian melantunkan shalawat bersama-sama untuk membuat aksi damai itu semakin damai.

Setelah itu, mereka kembali merapatkan barisan untuk kembali berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Sumut.

Sementara itu, Kepolisian Resor (Resor) Polrestabes Medan dan pagar berduri telah mengadang mereka agar tak merangsek masuk ke dalam Kantor Bawaslu Sumut itu.

Ratusan Mahasiswa IMM Geruduk Kantor Bawaslu Sumut

Sebelumnya, ratusan mahasiswa yang tergabung di dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) juga menggelar aksi damai di depan Kantor Bawaslu Sumut.

Kedatangan IMM itu ingin meminta agar dugaan kecurangan Pemilu diusut tuntas dan meminta kepada KPU untuk menunda penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang dinilai banyak kejanggalan.

Baca Juga : Massa Pendukung KPU, Jaga KPU Sumut Pakai Kayu hingga Isap Rokok

Kordinator Aksi, Angga Fahmi mengatakan bahwa aksi yang digelar ini merupakan aksi damai dan membela kebenaran.

“Aksi ini adalah aksi damai. Kita tak peduli siapa presidenya. Tapi, yang diinginkan proses demokrasi berlangsung dengan jujur. Untuk itu, kita minta menunda hasil keputusan Pemilu yang banyak kejangggalan-janggalan didapati saat perolehan suara,” tegas Angga.

Selian itu, kata Angga, IMM juga meminta supaya para korban yang meninggal dalam prores Pemilu untuk dilakukan otopsi.

“Seperti diketahui banyak petugas KPPS yang meninggal dunia saat berlangsungnya pesta demokrasi. Dari itu, kita minta segera diusut untuk menjawab kejanggalan – kejanggalan di hari rakyat. Khususnya masyarakat Sumatera Utara (Sumut),” kata Angga seraya mengucapkan takbir.

Kontributor : Rahmat Hidayat
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here