Selundupkan 53 Kg Sabu, Dua Kurir Sabu Dituntut Hukuman Mati

Dua terdakwa kurir sabu seberat 53 Kg dituntut hukuman mati oleh JPU Kejati Sumut karena bersalah telah berupaya menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Kota Medan, Indonesia.

24
dua kurir sabu dituntut hukuman mati
Dua kurir sabu saat menjalani persidangan di Kejati Sumut, Selasa (21/5/2019). (foto : rivan adzhari)

Kitakini.news – Dua kurir sabu dituntut hukuman mati karena menyelundupkan sabu seberat 53 Kilogram (Kg) dari Malaysia ke Kota Medan. Kedua terdakwa itu diantaranya Junaidi Siagian alias Edi (37) dan Elpi Darius (49). Keduanya warga Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumut, Rahmi Syafrina SH menilai kedua terdakwa bersalah, berusaha menyelundupkan sekitar 53 Kg sabu-sabu dari Malaysia ke Kota Medan.

“Meminta kepada majelis hakim menjatuhkan hukuman mati kepada kedua terdakwa Junaidi Siagian alias Edi dan Elpi Darius (berkas terpisah),” kata jaksa Rahmi Shafrina di hadapan majelis hakim yang diketuai Morgan Simanjuntak diruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan, Selasa (21/5/2019).

Jaksa menyebutkan perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kedua terdakwa telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan sabu-sabu yang beratnya melebihi 5 gram.” Ujar Syafrina.

Usai pembacaan tuntutan, Majelis hakim menunda persidangan pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari Penasihat Hukum Sri Wahyuni dari LBH Menara Keadilan.

Dalam kasus ini, petugas meringkus empat orang tersangka, dua terdakwa lainnya yaitu Nurdin dan Zainuddin. Namaun keduanya sama sekali tidak tampak di Pengadilan Negeri Medan.

Baca Juga : Gadis Cantik Diperkosa dan Dibunuh di Simalungun

Ini Kronologis Penangkapan Dua Kurir Sabu yang Dituntut Hukuman Mati

Mengutip dakwaan, kasus ini bermula pada 29 September 2018 lalu. Saat seseorang di Malaysia menelepon Junaidi dan menyuruhnya menyewa boat untuk menjemput 50 bungkus sabu-sabu ke Port Klang, Malaysia. Junaidi dijanjikan upah Rp 50 juta.

Singkat cerita, Darwin membawa boat dan langsung berangkat ke Port Klang, Malaysia untuk menjemput sabu-sabu. Pada 3 Oktober 2018 dia menelpon Junaidi dan mengatakan boatnya rusak. Narkotika yang dibawanya terpaksa diturunkan di Tanjung Sarang Elang, Labuhan Batu, Sumut.

Junaidi pun menyuruh Elpi untuk menghubungi Darwin. Mereka sepakat Narkotika itu diambil di tangkahan boat di Tanjung Sarang Elang.

Untuk menjemput sabu-sabu itu, Junaidi kembali berhubungan dengan Febri. Dia dipinjamkan mobil Honda CRV dengan nomor polisi BK 630 DZ.

Junaidi juga diberi handphone. Penerima sabu-sabu itu nantinya akan menelepon melalui perangkat itu. Kemudian Junaidi dan Elpi pun menjemput sabu-sabu itu di lokasi yang ditentukan. Setelah memuat Narkotika itu, mereka bergerak ke Medan, namun sempat singgah ke Padang Sidempuan, Rantau Prapat dan Berastagi.

Di perjalanan, Junaidi menerima telepon dari Zainal Abidin alias Zainal (penuntutan terpisah). Komunikasi itu menggunakan handphone yang diberikan Febri. Zainal menyatakan sabu-sabu itu akan diterima Bahlia Husen alias Iwan (penuntutan terpisah).

Setelah sampai di kawasan Pancur Batu, mobil mereka dikejar petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Mereka akhirnya dihadang dan dihentikan di Jalan Brigjen Zein Hamid, Titi Kuning, Medan Johor, Jumat (5/10/2018) sekitar pukul 01.15 WIB.

Petugas BNN langsung melakukan penangkapan terhadap Junaidi Siagian, Elpi Darius, Syahrial, Nurdin dan Zainuddin. Kemudian disita barang bukti berupa 6 buah jerigen yang berisi Narkotika jenis sabu seberat 53 Kg yang disimpan di bagasi belakang mobil CRV, Nopol BK 630 DZ.

Kontributor : Rivan Adzhari
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here