Pemerintah Lakukan Pembatasan Akses Medsos, Ini Komentar Netizen

Pemerintah memutuskan membatasi akses masyarakat terhadap media sosial sebagai salah satu sumber informasi yang bisa didapatkan dengan cepat.

15
whatsapp down
Menkominfo, Rudiantara. (Foto : tribunnews.com)

Kitakini.news – Keputusan pemerintah menonaktifkan layanan medsos (media sosial) sementara sejak Rabu (22/5/2019) juga membuat aplikasi layanan berbagi pesan seperti  Whatsapp menjadi down. Sontak, keputusan tersebut mendapat tanggapan beragam dari Netizen.

Salah satunya pegiat medsos, Mustofa Nahrawardaya. Menurut pemilik akun Twitter @Akuntofa tersebut, dengan pembatasan itu, informasi bagi ratusan juta masyarakat Indonesia hanya datang dari pihak yang dia sebut ‘humas pemerintah’.

“Jadi, kalau ada apa2 yg menimpa Umat Islam hari ini. Misalnya kronologi, lokasi, kapan, mengapa, bagaimana terjadinya, mana buktinya…..maka 264 juta Rakyat Indonesia, hanya punya saluran bernama Humas Pemerintah. Lainnya, mungkin akan dilabeli sebagai: HOAX.’ demikian isi cuitannya.

Bahkan di cuitan berikutnya, Mustofa Nahrawardaya menyinggung kaitan erat langkah pemerintah ini dengan penutupan akses 34 nomor Whatsapp milik Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang digunakan untuk laporan gambar C1 plano.

“Sekarang, 264 juta rakyat Indonesia tahu, siapa penjahat besar yang menutup akses 34 nomor WA milik BPN yg dipakai untuk laporan Gambar C1 Plano. Dulu, saya masih bertanya2. Tapi hari ini, terang benderang,’ ujarnya seraya menambahkan tagar #CaramuKotor menautkan akun @ati_Gerindra.

Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade turut mengomentari langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, hal itu mengindikasikan adanya kemunduran dalam kebebasan berpendapat.

“Penutupan sementara layanan Medsos saat ini, menunjukkan adanya indikasi kepanikan rezim dan indikasi kemunduran terhadap kebebasan dalam berpendapat,” ujarnya di akun Twitter miliknya @andre_rosiade.

Sementara itu, akun Twitter @dediafriadi96  berbeda pula komentarnya. Akun Twitter milik Dedi Afriadi tersebut menyebut Kemenkominfo ketahuan.

“Ketauan sekarang ya….jdi Kemenkominfo bisa blokir WhatsApp dan fb ya….jdi paham sekarang , siapa yg meretas no hp tokoh2 02 ,” ungkapnya.

Pembatasan Kemenkominfo terhadap Whatsapp sebabkan aplikasi populer itu down

Menkominfo Rudiantara menegaskan tak hanya media sosial, namun juga layanan perpesanan seperti WhatsApp dan lainnya. Dampaknya, Rabu 22/5/2019) akses Whatsapp down.

“Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap,” kata Rudiantara di Jakarta, Rabu (22/5/2019) dilansir dari cnbcindonesia.com.

Rudiantara beralasan, medsos dan layanan perpesanan jadi media penyebaran hoaks.

“Fitur-fitur media sosial tidak semuanya dan messaging system juga. Kita tahu modusnya adalah posting di medos. (FB (Facebook), Instagram dalam bentuk video, meme, foto. Kemudian screen capture hoaks itu disebarkan melalui Whatsapp. Dan karena viral makanya kita batasi,” ucapnya.

Mutiara Hikmah

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here