Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Kediri

Korban yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini, ditemukan tewas dalam rumahnya dengan penuh luka sayatan di sekujur tubuhnya.

13
irt tewas dibunuh di kediri
Ilustrasi korban pembunuhan. (Foto : SurabayaOnline.co).

Kitakini.news – Seorang IRT dibunuh di Kediri Jawa Timur. Korban bernama Endang Widiyawati (41) berprofesi sebagai ibu rumah tangga (IRT) ini, ditemukan tewas dalam rumah dengan luka sayatan senjata tajam di leher, perut, pinggang dan tangan, Senin (27/5/2019) siang.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di kediaman korban di Desa Nyawangan, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Peristiwa pembunuhan ini diketahui oleh adik keponakan korban bernama Sri. Setibanya di rumah, saksi melihat ada ceceran darah dan kondisi pintu rumah dalam keadaan tertutup dari dalam. Merasa ada yang janggal, pintu kemudian didobrak.

Sontak, Sri terkejut melihat kondisi kakaknya dalam keadaan bersimbah darah.

“Posisi korban terlentang. Untuk luka ada tiga sayat leher, sayat di bagian perut, pinggang kiri dan kanan, serta tangan sebelah kiri di antara sela-sela jari kelingking dan jari manis,” ujar Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Ambuka Yuda, saat dilansir JPNN, Senin (27/5/2019).

Dari hasil penyelidikan sementara polisi meyakini, jika Endang tewas karena dibunuh. Yuda menduga jika luka sayatan yang dialami oleh korban karena benda tajam.

“Untuk pelaku kami belum memastikan secara pasti, ini masih sangat dini sekali. Kami masih mengumpulkan saksi-saksi dari keluarga maupun lingkungan masyarakat sekitar. Untuk mengetahui minimal keseharian dari korban dan siapa yang kemungkinan berhubungan terakhir dengan korban,” katanya.

Baca Juga : Suami Cekik Istri Hingga Tewas Karena Ketahuan Video Call Sama Selingkuhan

Polisi Masih Buru Pelaku Pembunuhan IRT di Kediri

Sementara itu terkait IRT tewas dibunuh di Kediri ini, polisi hingga saat ini belum secara intensif memeriksa saksi satu persatu. Namun ada satu orang saksi yang sempat ditemui yakni adik keponakan korban, karena sebagai orang pertama yang membuka pintu rumah. Dalam kesehariannya, korban tinggal bersama suami dan puterinya.

“Untuk suaminya, kami belum bisa menghubungi. Di sini korban tinggal bersama suami dan anaknya,” ungkap Yuda.

Dari keterangan yang diperoleh dari tetangga sebelah rumah korban, jika pagi harinya beberapa orang sempat melihat korban masih naik sepeda motor mengantarkan putrinya ke sekolah.

Setelah mengantar anaknye tersebut, korban kemudian balik lagi ke rumah. informasi di dapat, jika selama ini hubungan korban dengan suaminya tidak begitu harmonis dan kerap terlibat cekcok mulut.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here