Sejumlah Tokoh di Sumut Dipanggil Polisi, Ini Komentar Gubernur Edy Rahmayadi

Terkait dugaan kasus makar, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengungkapkan sejumlah tokoh di Sumut yang dipanggil Ditreskrimum Polda Sumut merupakan wewenang polisi, asalkan jangan dipaksakan.

0
sejumlah tokoh di sumut dipanggil polisi
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberikan kata sambutan di acara buka puasa bersama wartawan di rumah dinas Gubernur Sumut, Jumat (24/5/2019). (foto: pemprov humas sumut)

Kitakini.news – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengomentari sejumlah tokoh di Sumut dipanggil polisi, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut. Sejumlah tokoh itu dipanggil untuk diperiksa terkait dugaan kasus makar.

Sejumlah tokoh di Sumut yang dipanggil diantaranya dua politikus Partai Gerindra yang juga anggota DPR RI dari Dapil Sumut, Muhammad Syafii alias Romo dan Gus Irawan Pasaribu. Selain itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, Rafdinal dan lainnya.

Edy Rahmayadi mengungkapkan pemanggilan sejumlah tokoh itu masih berdasarkan dugaan dan itu boleh-boleh saja.

“Kan masih diduga kan. Masih diduga boleh-boleh saja. Tapi diterjemahkan apa itu makar, ya,” paparnya seperti dilansir medanbisnisdaily.com, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (28/5/2019).

Edy Rahmayadi menambahkan bahwa pemeriksaan itu mencari keadilan dan kebenaran.

“Biar diperiksa dulu. Artinya mana yang benar, itukan yang dicari,” ujarnya.

Terkait tuduhan makar, menurut Edy, pemeriksaan itu memang wewenang aparat kepolisian.

“Wewenangnya polisi itu menduga seperti itu, yang penting jangan dipaksakan,” paparnya.

Namun demikian, Edy tidak mempermasalahkan pemanggilan itu, untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

“Nggak apa apa. Dipanggil kan nggak apa-apa. Biar tau mana yang benar mana yang salah,” ungkapnya.

Baca Juga : Dahnil Anzar Simanjuntak Dipanggil Polda Sumut Kasus Dugaan Makar

Sejumlah Tokoh di Sumut Dipanggil Polisi, Ustadz Rafdinal Dijemput Ditreskrimum Polda Sumut

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumatera Utara, Ustadz Rafdinal SSos MAP dijemput petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut dari rumahnya atas tuduhan kasus makar, Senin (27/5/2019) siang.

Rafdinal tiba di Mapolda Sumut sekira pukul 14.19 WIB. Dia turun dari mobil mini bus putih dengan mengenakan baju kemeja hijau ditemani istri dan kedua anaknya sembari langsung masuk ke ruangan Ditreskrimum Mapolda Sumut.

Diketahui, beberapa ustadz dan aktivis akan dipanggil oleh Polda Sumut untuk diperiksa terkait dugaan kasus makar. Mereka adalah Ketua GNPF Ulama Sumut Ustaz Heriansyah, Ustaz Indra Suheri, Rabualam, Angga Fahmi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Renaldi pengurus ACT dan beberapa orang lainnya.

Sementara itu, akun resmi Facebook Rafdinal Inal pada Senin, 27 Mei 2019 menuliskan statusnya “Assalamualaikum, mohon doa semua keluarga, sahabat, kaum muslimin dan para pejuang Islam, saya siang ini di jemput dari rumah oleh aparat Poldasu dengan tuduhan makar. Allahu Akbar,” tulisnya yang mendapat komentar 177 dibagikan 91 kali dan like 200 pada pukul 16.00 WIB.

Baca Juga : Wakil Ketua GNPF-Ulama Sumut Dijemput Polisi Kasus Dugaan Makar

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dikonfrimasi melalui pesan What’s App tidak memberi komentar. Ditanya perihal kasus tersebut, Tatan hanya memberikan emot senyum.

Pun begitu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian Djajadi melakukan hal yang sama. Ditanya mengenai alasan penjemputan terhadap Rafdinal, Andi Rian tidak memberi balasan.

Editor : Khairul Umam

PESAN TOKOH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here