Mayat Pria Dengan Mulut Dilakban Ditemukan Mengapung di Pulau Putri Tapteng

Mayat ditemukan mengapung telentang dengan kaki, tangan terikat tali nilon, dan mulut dilakban, diduga korban pembunuhan.

0
mayat pria mengapung
Tim SAR berhasil mengevakuasi mayat yang mengapung di Perairan Pulau Putri, Tapteng. (Foto : Medanheadlines).

Kitakini.news – Sesosok mayat pria mengapung di Pulau Putri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (28/5/2019) pagi.

Monica Mendrofa, saksi yang menemukan mayat tersebut  mengatakan bahwa Ia bersama keluarganya menemukan mayat tersebut saat hendak liburan ke Pulau Mursala. Saat melintas di Pulau Putri, terlihat ada yang terapung di laut yang semula dikira hanya batang kayu atau patung.

“Awalnya kami kira patung atau kayu, tetapi karena penasaran aku minta kepada bapak yang mengemudikan kapal stempel untuk berbalik arah. Setelah mendekat, ternyata itu adalah sesosok mayat laki-laki kisaran usianya 40-an dengan posisi kaki dan tangan diikat tali, dan mulutnya dilakban,” ujarnya.

Merasa takut atas penemuan mayat tersebut, Ia pun menghubungi bapak tuanya Pendeta Juniaro Mendrofa yang tinggal di Pandan yang selanjutnya menghubungi tim SAR.

Sementara itu, tim SAR Sibolga membenarkan mereka mendapat laporan perihal penemuan mayat tersebut.

“Saya sudah mendapatkan laporannya dari teman wartawan barusan. Kebetulan saya sedang mengikuti acara di Polres Tapteng, dan ini akan segera bergerak ke Pos SAR dan menyiapkan anggota dan kapal menuju lokasi,” kata Kepala Tim SAR Sibolga, Harry Susanto.

Baca juga : Polres Tapteng Ringkus Oknum ASN yang Miliki Sabu

Mayat Ditemukan Dengan Kaki Tangan Terikat dan Mulut Dilakban

Selanjutnya tim SAR Sibolga dibantu TNI Polri berhasil mengevakuasi mayat pria mengapung di Pulau Putri tersebut sekitar pukul 12.30 WIB.

Koordinator Pos SAR Sibolga Harry Susanto mengatakan, mayat ditemukan mengapung telentang dengan kaki tangan terikat tali nilon dan mulut dilakban. Ia juga memperkirakan bahwa mayat sudah mengapung sekitar empat hari.

“Kondisi jenazah sudah gembung serta mengeluarkan aroma busuk. Jasad akan kita evakuasi ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga,” tandas Harry.

Hingga berita ini diterbitkan, Harry belum bisa menjelaskan identitas korban serta penyebab kematiannya.

“Kita tidah tahu penyebab korban meninggal, tapi pada bagian tangan dan kaki terikat tali. Sementara ada juga batu yang tergantung di tubuh korban. Mulut korban pun tadi kita lihat tertutup lakban,” pungkasnya.

Editor : Ummi Fatih

PESAN TOKOH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here