Tak Hadiri Panggilan, Polda Sumut Jadwalkan Pemanggilan Ulang Dahnil Anzar

Polda Sumut akan melakukan pemanggilan ulang terhadap Dahnil Anzar Simanjuntak setelah sebelumnya tidak hadir dipanggil sebagai saksi. Pada perkembangan lain Polda Sumut juga menetapkan dua pimpinan GNPF-Ulama Sumut sebagai tersangka.

0
kasus dugaan makar polda sumut
Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto : terkini.id)

Kitakini.news – Juru Bicara Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak tidak hadiri pemanggilan Polda Sumut pada Selasa (28/5/2019). Sebelumnya diketahui bahwa Dahnil Anzar dipanggil Polda Sumut sebagai saksi kasus dugaan Makar.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, membenarkan perihal pemanggilan tersebut. Dia juga membenarkan bahwa Dahnil dipanggil terkait perkara dugaan makar. Namun, Dahnil tidak hadir pada pemanggilan tersebut.

“Khusus pemeriksaan Dahnil Anzar Simanjuntak selaku saksi. Tadi saya lihat pernyataannya di media, bahwa yang bersangkutan belum membaca secara langsung surat panggilan itu,” ujar Agus, Selasa (28/5/2019).

Sebagai tindak lanjut, Agus menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyuratan kembali kapada Dahnil. Namun, Agus belum merinci kapan pemanggilan lanjutan kepadanya akan dilayangkan.

“Nanti akan kita layangkan kembali. Kapan waktu yang beliau sempat, nanti akan kita koordinasikan. Supaya yang bersangkutan bisa diperiksa sebagai saksi, dalam kasus beberapa tersangka yang kemarin sudah dikenakan,” ucap Agus.

Seperti diketahui, pemanggilan ini dilakukan berdasar adanya laporan polisi nomor LP/659/V/2019/Sumut/SPKT I pada tanggal 8 Mei 2019. Laporan ini dilayangkan ke Polda Sumatera Utara oleh pelapor atas nama Fauzi Ramadhan Singarimbun.

Sementara itu, selain Dahnil, penyidik juga menjadwalkan pemanggilan terhadap tiga orang saksi lainnya terkait dugaan makar ini. Ketiganya masing-masing atas nama Angga Fahmi (mahasiswa), Presidium GNKR, serta Ketua FUI Indra Suheri. Namun hingga sore ketiganya belum juga terlihat hadir ke Mapolda Sumut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, penyidik juga melakukan pemanggilan terhadap Anggota DPR RI Gus Irawan Pasaribu juga sebagai saksi. Namun, dalam surat pemanggilan tersebut, Gus diminta hadir pada Rabu (29/5/2019) besok.

Baca juga : Sejumlah Tokoh di Sumut Dipanggil Poldasu, Ini Komentar Edy Rahmayadi

Kasus dugaan makar, Polda Sumut tetapkan dua pimpinan GNPF-Ulama Sumut sebagai tersangka

Sementara itu untuk  kasus dugaan makar, Polda Sumut sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Keduanya masing-masing Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Rafdinal dan juga Sekretaris GNPF, Zulkarnain.

“Benar, keduanya saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Selasa (28/5/2019).

Nainggolan menjelaskan, penangkapan terhadap Rafdinal dilakukan Senin (27/5/2029) siang. Pihaknya beralasan, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan tersebut sebelumnya tidak menghadiri dua kali panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Sumut.

Sedangkan penangkapan terhadap Zulkarnain, dilakukan pada Senin (27/5/2019) petang. Penangkapan tersebut hanya berselang beberapa jam usai Rafdinal ditangkap.

“Jadi keduanya saat ini sudah ditahan,” tegas Nainggolan.

Nainggolan menyebutkan, kasus dugaan makar itu terjadi dalam rangka kegiatan punggahan dan pawai obor yang dilakukan di Jalan Brigjen Katamso-MT Haryono-Jalan Sisingamangaraja, Medan beberapa waktu lalu. Keduanya diduga kuat mengeluarkan pernyataan terkait dengan perbuatan makar.

“Pernyataan-pernyatan bermuatan makar itu mereka sampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut,” pungkas Nainggolan.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Ummi Fatih

PESAN TOKOH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here