Nelayan Tewas Tersambar Petir di Tapanuli Tengah

Korban ditemukan meninggal dunia diduga karena disambar petir saat korban sedang menangkap ikan di bagan di sekitar Pulau Bakar, Tapanuli Tengah.

40
nelayan tewas tersambar petir
Korban Wawan yang meninggal dunia karena disambar petir ketika disemayamkan di rumah duka di Hajoran, Selasa (28/5) malam. (Foto : Antara).

Kitakini.news – Seorang nelayan tewas tersambar petir, saat sedang mencari ikan di sekitar Pulau Bakar, Tapanuli Tengah, pada Selasa (28/5/2019).

Korban bernama Wawan Satria Bugis (27) warga Lingkungan III Hajoran Induk, Kecamatan Pandan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Ditemukan meninggal dunia di bagan karena disambar petir. Demikian disebutkan Kapolres Tapanuli Tengah melalui Paur Humas Polres Tapteng, Iptu R Sipahutar.

“Wawan ditemukan meninggal dunia diduga karena disambar petir saat korban sedang menangkap ikan di bagan di sekitar Pulau Bakar, Tapanuli Tengah dan korban sudah tiba di rumah duka,” ujar Sipahutar saat dilansir Antara, Selasa (28/5/2019) malam.

Selain Wawan, ada satu lagi korban yang mengalami luka ringan atas nama Viky Lase (26), warga yang sama. Dijelaskan Sipahutar, berdasarkan koordinasi antara Polsek Pandan dengan pihak keluarga korban, tidak ada ditemukan unsur kekerasan yang mengakibatkan korban Wawan meninggal dunia.

Saat kejadian kondisi cuaca di Tapteng hujan deras dan badai bercampur petir.

Nahkoda Kapal Tewas Tersambar Petir di Tanjung Mangsi

Kalau di Tapteng nelayan tewas tersambar petir, di Tanjung Mangsi, Sumatera Utara, seorang nahkoda kapal Ramlan (58) warga Jalan Bawal Bagansiapisiapi di Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, Riau tewas setelah disambar petir saat melaut, Selasa (28/5/2019).

Informasi yang didapat seperti dilansir suarabirokrasi.com, korban tewas tersambar petir di dalam kapal. Sekitar pukul 03.12 WIB, cuaca pada saat itu hujan petir diperairan Tanjung Mangsi Sumut.

Baca Juga : Mayat Terapung di Pulau Putri Tapteng Teridentifikasi

Dalam hal ini sebagian ABK kapal baru selesai menarik jaring ikan dan memasukkan es kedalam kotak piber ikan.

Sementara almarhum sebagai nahkoda kapal, lagi duduk memegang kemudi tiba-tiba petir menyambar alat komunikasi kapal (Orari) yang terletak di belakang almarhum, alat komunikasi terbakar dan almarhum langsung tersungkur jatuh di lantai kapal dengan mengeluarkan buih dari mulut.

Selanjutnya anak korban, langsung mengangkat dan memeriksa denyut nadi tangan almarhum dan sudah tidak berdetak lagi. Seluruh ABK mengambil keputusan untuk kembali pulang ke Panipahan untuk melaporkan kejadian tersebut, kepada pemilik kapal dan aparat atau pihak keamanan yang berwenang.

Kejadian ini sudah ditangani oleh Polsek Panipahan dan Airud Panipahan. Rencananya almarhum akan segera diberangkatkan ke rumah duka di Jalan Bawal Bagansiapiapi di Kecamatan Bangko.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here