Mayat Terapung di Pulau Putri Ternyata Dibunuh Abang Kandung

Pelaku pembunuhan merupakan abang kandung korban, yang sengaja mengikat korban lalu melemparkannya ke dalam laut dalam keadaan hidup-hidup.

52
ppembunuhan Abdul Bahri Simanungkalit
Korban saat dievakuasi Tim SAR dari dalam laut, dan SS tersangka pelaku pembunuhan. (Foto : Smart News Tapanuli).

Kitakini.news – Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil mengungkap kasus pembunuhan Abdul Bahri Simanungkalit, mayat terapung di Pulau Putri, Selasa (28/5/2019) lalu. Dari hasil pemeriksaan, ternyata pelaku pembunuhan merupakan abang kandung korban berinisial SS.

Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Dodi Nainggolan menjelaskan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi mata dan menetapkan dua orang tersangka.

Satu orang tersangka berinisial SS, abang kandung korban dan sudah diamankan di Mapolres Tapteng. Sementara keponakannya, NS berhasil kabur dan sampai sekarang masih buron.

“Kepada petugas, tersangka SS mengakui perbuatannya. Tersangka SS mengikat tangan dan kaki korban dengan tali, lalu menutup mulut korban dengan lakban,” ujar Dodi Nainggolan saat dilansir Tagar.Id, Rabu (29/5/2019) malam.

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan Kasir Cantik Indomaret Belum Juga Tertangkap

Korban Dibuang ke Laut Dalam Keadaan Hidup-Hidup

Pembunuhan Abdul Bahri Simanungkalit menurut SS, dilakukan di dalam rumah ibu kandungnya di Jalan Batu Mandi, Lingkungan I, Kelurahan Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, Jumat (24/5/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.

Setelah itu itu, tersangka SS mengajak keponakannya NS untuk membawa korban ke atas boat dan mengikatkan beberapa batu di tubuh hingga kemudian membuang korban di tengah laut dalam keadaan masih hidup.

Motif pembunuhan tersebut karena korban yang menderita penyakit kejiwaan (depresi) sudah membuat resah dan sangat merepotkan keluarga,” jelas Dodi.

Dia menambahkan, selain mengamankan tersangka SS, pihaknya juga mengamankan barang bukti, yakni satu unit boat. Selain itu, polisi juga mengamankan mobil Toyota Rush BB 1688 MB, yang diduga digunakan tersangka SS dan NS.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here