Kesal Dibanguni Tidur Untuk Sholat, Perawat Tusuk Ayah Kandung Hingga Tewas

Pelaku merasa kesal terhadap ayahnya yang membangunkannya tidur untuk sholat ashar. Pelaku langsung menusuk ayah kandungnya tersebut hingga luka parah dan akhirnya meninggal dunia.

23
anak bunuh ayah kandung di mataram
Pelaku saat diamankan polisi. (Foto : Detik).

Kitakini.news – Seorang anak tega bunuh ayah kandung di Mataram karena kesal dibangunkan tidur untuk sholat. Kejadian menggemparkan tersebut terjadi di Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram, Sabtu (1/6/2019) lalu.

Korban tewas bernama Nurrahmad (60), sedangkan pelaku sendiri adalah anaknya, Hilda (30). Peristiwa pembunuhan itu terjadi di rumah korban di RT 03, Lingkungan Karang Baru Selatan, Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram.

Dilansir dari Kompas pada Minggu (2/6/2019), para saksi menuturkan bahwa pembunuhan tersebut bermula ketika korban Nurrahmad, membangunkan anaknya (pelaku) untuk sholat ashar sekitar pukul 16.00 WITA. Namun rupanya pelaku tidak terima, kemudian mengambil pisau dapur dan langsung menusuk ayahnya di bagian dada, pinggang dan mata.

Akibat tusukan dari pelaku tersebut, korban dilarikan oleh warga ke Rumah Sakit Angkatan Darat di Kota Mataram, pada pukul 17.30 WITA. Namun karena pendarahan yang cukup parah, korban akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WITA.

Baca juga : Mayat Terapung di Pulau Putri Ternyata Dibunuh Abang Kandung Sendiri

Pelaku Diamankan ke Polres Mataram

Sementara itu Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian seorang anak bunuh ayah kandung di Mataram tersebut. Hanya saja, terkait kronologis lengkapnya, dia masih belum mau berkomentar, karena pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Saiful Alam hanya menegaskan, bahwa saat ini pelaku yang pernah bekerja sebagai perawat di RSU Kota Mataram ini, sudah diamankan di Polres Mataram, untuk diproses lebih lanjut.

“Pelaku sudah diamankan di Polres Mataram untuk diproses hukum,” singkatnya.

Editor : Ummi Fatih

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here