H-2 Jelang Idul Fitri Harga Cabai Capai Rp100 Ribu

Sepanjang jelang Ramadan hingga mendekati hari raya Idul Fitri harga cabai merah di sejumlah pasar di Kota Medan mengalami kenaikan mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

9
harga cabai idul fitri
Tumpukan cabai merah dijajakan seorang pedagang di salah satu pasar di Kota Medan. (Foto : hargasumut.org)

Kitakini.news – Harga cabai merah dua hari jelang Idul Fitri di Kota Medan masih melambung tinggi. Di sejumlah pasar, harga cabai merah mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang sayuran, Ratna Br ginting menuturkan, sudah sepekan harga cabai merah melambung tinggi, bahkan tembus Rp 100 ribu per kilogramnya.

“Sampai sekarang harga cabai merah Rp 100 ribu per kilogram,” kata Nur Ratna, seorang pedagang cabai di pasar Pringgan Medan kepada Kitakini News, Senin (3/6/2019) sore.

Harga cabai merah sebelum bulan Ramadan lanjut Ratna juga sudah mengalami kenaikan. Dari harga Rp 30 ribu per kilogram kemudian naik dan melampaui Rp 50 ribu per kilogram.

“Sebelum puasa harga cabai merah sudah naik. Tapi hari ini yang harganya sangat tinggi dan mencapai Rp 100 ribu per kilogram,” jelasnya.

Menurut Ratna, kenaikan harga tersebut terjadi dikarenakan beberapa pasar induk memang kekurangan stok cabai merah.

“Saya ambil di pasar induk Lauchi Tuntungan, stok memang terbatas dan banyak yang kosong,” ucapnya.

Ratna juga menuturkan bahwa cabai yang dirinya ambil tersebut merupakan cabai asal pegunungan.

“Cabai merah ini dari gunung seperti dari Karo dan sekitarnya. Tapi beberapa hari ini memang stok cabai merah kosong,” tuturnya.

Sementara untuk cabai hijau juga mengalami kenaikan hingga Rp 20 per kilogram. Sedangkan cabai rawit masih tetap di kisaran Rp 50 ribu per kilogramnya.

Baca juga : Pengamat Ekonomi Ingatkan Masyarakat Terhadap Lonjakan Harga Bahan Pokok Menjelang Lebaran

Harga Cabai merah naik jelang Idul Fitri, ini kata pengamat

Pengamat ekonomi Benjamin Gunawan, mengatakan, naiknya harga cabai jelang Idul Fitri dipicu beberapa hal.

“Faktor cuaca diyakini masih menjadi pemicu kenaikan harga cabai merah saat ini,” katanya.

Dia juga menjelaskan, cabai merah yang dibeli para pengepul (tengkulak/distributor) pada umumnya dibungkus dengan menggunakan plastik. Sehingga terjadi penguapan yang mengakibatkan cabai cepat layu dan busuk. Selanjutnya saat di bawa dari petani ke konsumen cabai tersebut umumnya ditumpuk secara sembrono. Rentan terinjak dan tertimpa komoditas lainnya.

“Belum lagi memperhitungkan kondisi lama di perjalanan. Itu juga mempengaruhi ketahanan cabai itu sendiri. Lantas, cabai yang patah-patah, layu atau busuk tersebut disortir para pedagang. Dalam tahap ini, pedagang membebankannya ke harga. Jadi tak heran jika cabai yang dijual pedagang saat ini dengan harga tinggi semetara di tingkat petani cukup rendah,” katanya, Senin (3/6/2019).

Dia mengatakan, dibutuhkan solusi pengangkutan yang menggunakan kotak es dengan sekat khusus. Itu akan mempertahankan kualitas cabai sehingga harga adil di tingkat petani dan pedagang.

Kontributor : Rivan Adzhari
Editor : Ummi Fatih

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here