Angka Korban Tewas Lakalantas Operasi Ketupat Toba 2019 Naik, Empat Nyawa Melayang

Sebanyak empat korban Lakalantas meninggal dunia pada selama Operasi Ketupat Toba 2019 atau mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Tingkat Lakalantas juga mengalami kenaikan 50 persen dibanding tahun lalu.

0
lakalantas operasi ketupat toba 2019
Ilustrasi kecelakaan lalu-lintas. (Foto : victroynews.id)

Kitakini.news – Empat nyawa melayang pada Lakalantas yang terjadi hingga hari ke-12 pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2019, Minggu (9/6/2019) kemarin. Angka itu naik sebanyak 300 persen dibanding tahun lalu yang hanya ada satu orang korban meninggal dunia.

“Empat orang yang tewas akibat Lakalantas tersebut masing-masing terjadi di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, Tanah Karo, Tobasa, Tapsel dan Polres Tapanuli Selatan (Tapsel),” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Senin (10/6/2019) siang.

Nainggolan mengatakan, kenaikan juga terjadi pada angka kecelakaan lalu-lintas (lakalantas), di mana pada tahun ini tercatat ada enam kejadian. Angka itu naik 50% dibanding tahun lalu yang hanya ada empat kejadian.

“Korban meninggal dunia tahun ini ada empat orang, sedangkan korban luka ringan nihil. Sementara (kasus lain) korban luka ringan ada delapan orang (atau) turun 38 persen, di mana tahun lalu ada 18 orang. Kerugian materil akibat lakalantas tahun ini juga turun 54 persen dan berada di angka Rp 12 juta,” sebut Nainggolan.

Nainggolan merincikan, hingga hari ke-12 pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2019 ini, polisi telah mengeluarkan 108 surat tilang (tindakan langsung), angka itu turun 33 persen dibanding tahun lalu. Pada hari yang sama tahun 2018, Polda Sumut mengeluarkan sebanyak 162 surat tilang.

“Tahun ini polisi telah memberikan teguran kepada 732 pengendara kendaraan bermotor untuk mematuhi peraturan lalu-lintas. (Jumlah itu) Naik 97% di mana pada tahun sebelumnya polisi hanya memberikan 371 teguran kepada pengendara,” ungkap Nainggolan.

Selain Lakalantas, Angka Pelanggaran Lalu-lintas pada Operasi Ketupat Toba 2019 turun 33%

Sementara itu, Nainggolan mengatakan, angka pelanggaran lalu-lintas pada Operasi Ketupat Toba 2019 mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Untuk tahun ini, kata Nainggolan, ada 108 kendaraan yang terlibat pelanggaran. Angka itu turun 33 persen dibanding tahun lalu yakni 162 kendaraan yang terlibat pelanggaran.

Sepeda motor berada di angka tertinggi yang melakukan pelanggaran yakni sebanyak 80 unit, disusul mobil penumpang sebanyak 16 unit.

Baca Juga : Angka Lakalantas Operasi Ketupat 2019 di Riau Turun Empat Kasus

“Kemudian di urutan ketiga, ada sembilan unit mobil barang yang melakukan pelanggaran. Kendaraan jenis dua unit bus dan satu unit kendaraan khusus,” sebut Nainggolan.

Mantan Kapolres Nias Selatan tersebut menyebutkan, Operasi Ketupat Toba 2019 ini digelar setiap tahun untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sebelum, pada saat dan setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Untuk data kriminalitas, kata Nainggolan, ada dua kasus di Polres Tanah Karo, yakni: Curanmor dan pencurian. Sementara itu, Polres Padangsidempuan terdapat dua kasus yaitu pencurian. Untuk Polres Deliserdang ada satu Kasus yaitu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Polres Tebingtinggi, empat kasus masing-masing dua KDRT, satu cabul dan satu pencurian dengan pemberatan (Curat). Sementara itu di Polres Langkat ada satu kasus pencabulan.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

PESAN TOKOH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here