Mantan Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka, Wakil Ketua BPN Minta Semua Pihak Turunkan Emosi

Wakil Ketua BPN, Mardani Ali Sera meminta kepada semua pihak menurunkan emosi dalam hal menangani masalah dugaan kasus makar, mengingat saat ini yang dibutuhkan adalah penanganan masalah dengan cara kerukunan.

9
mantan kapolda metro jaya jadi tersangka
Wakil Ketua BPN, Mardani Ali Sera

Kitakini.news – Ditetapkannya Mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal (Purn) Polisi, M Sofyan Jacob sebagai tersangka dugaan kasus Makar, membuat Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera angkat bicara. Terkait mantan Kapolda Metro Jaya jadi tersangka dugaan kasus makar itu, Mardani meminta kepada semua pihak untuk menurunkan tensi emosi dalam menanganinya.

Mengingat, dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, tingkat emosi memang sangat tinggi. Dibutuhkan, akal sehat yang kuat untuk mengatasi masalah di Pilpres 2019 dengan bijaksana.

Menurut Mardani, kerukunan harus dikedepankan dalam menghadapi masalah terkait Pilpres 2019. Mengingat, masing-masing pendukung Pasangan Calon (Paslon) banyak yang saling menjelek-jelekkan.

“Kondisi sekarang ini, sangat bijak kalau aparat penegak hukum melihat fenomena pada konteksnya. Ketika momen emosional, orang mendukung Pak Jokowi juga emosional. Yang menjelek-jelekkan Pak Prabowo habis-habisan juga banyak,” kata Mardani di gedung DPR, Jakarta, Senin 10 Juni 2019.

Sebagai contoh, Mardani mengungkapkan bahwa Prabowo sempat disebut asu oleh salah satu bupati di Jawa Tengah. Kemudian, Jokowi juga pernah diancam.

“Bagi Saya dalam keadaan emosional seperti itu hendaklah kita lebih mengedepankan kerukunan. Turunkan emosi dulu. Bahasanya ada SP1, SP2 dan SP3. Tidak tiba-tiba menggunakan pasal makar,” ungkap Politisi dari Partai Keadian Sosial (PKS) itu.

Baca Juga : Yusril Ihza Mahendra Pastikan Bisa Jawab Tuduhan BPN di Sidang MK

Menurut Mardani, makar tidak bisa dilakukan tanpa persiapan, pasukan dan usaha sistematis. Untuk itu, Mardani meminta semua pihak membangun iklim yang rukun.

“Walaupun polisi bisa saja benar fakta buktinya ada mengarah ke situ ada, tapi di situ diperlukan kedewasaan dan kebijaksanaan,” ujarnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka, Ini Penjelasan Kombes Pol Argo Yuwono

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan mantan Kapolda Metro Jaya dilaporkan beberapa waktu lalu. Setelah dikembangkan, sejumlah saksi diperiksa dan gelar perkara pun sudah dilakukan, maka statusnya dinaikkan jadi tersangka.

“Dan kemarin setelah kami melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang bersangkutan juga kami sudah lakukan pemeriksaan. Di Tanggal 29 Mei 2019 kami sudah gelar perkara dan kemudian dari hasil gelar perkara bahwa statusnya kami naikkan menjadi tersangka,” jelas Argo di Polda Metro Jaya, Senin (10/6/2019).

Menurut Argo, polisi mempunyai bukti dalam bentuk video yang menunjukkan Sofyan terlibat kasus makar.

“Ada ucapan dalam bentuk video. Ya tentunya kan ada di berbagai macam kelompok itu yang melakukan kegiatan makar di situ,” ungkapnya.

Argo menambahkan Komisaris Jenderal (Purn) Polisi, M Sofyan Jacob dilaporkan bersamaan Eggi Sudjana dalam kasus dugaan makar.

Keduanya dilaporkan oleh orang yang sama ke Bareskrim Mabes Polri. Namun kasus Eggi diproses lebih cepat. Sehingga, Eggi lebih dahulu jadi tersangka dibandingkan Sofyan.

“Jadi ada satu LP di Mabes Polri yang terlapornya banyak. Itu ya termasuk bapak itu (Sofyan),” ungkap Argo.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here