Divonis Mati, Kurir 53 Kg Sabu Histeris tak Terima

Satu dari lima terdakwa peredaran narkotika jenis sabu dengan bobot total 53 Kg divonis pidana mati oleh majelis hakim PN Medan. Terdakwa tidak menerima dan langsung menyatakan banding

27
kurir sabu 53 kg
Junaidi, kurir yang dinilai otak pelaku peredaran 53 Kg sabu histeris ke arah pengunjung sidang usai divonis pidana mati Selasa (11/6/2019). (Foto : Rivan Adzhari)

Kitakini.news – Terdakwa kurir 53 Kg sabu, Junaidi, histeris tak terima usai majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonisnya dengan pidana mati. Dia menilai, keputusan tersebut tidak adil lantaran dari lima terdakwa, hanya dia yang dihukum mati.

“Saya tidak terima, Saya keberatan. Kami berlima, Saya dihukum mati. Kenapa kawan Saya ada yang dihukum 17 tahun, ini ada apa?” teriak Junaidi di ruang Cakra IV PN Medan, Selasa (11/6/2019) sore ke arah pengunjung sidang.

Atas putusan tersebut, Junaidi menyatakan akan melakukan upaya banding. “Saya akan banding pak hakim,” ucapnya.

Sementara itu majelis hakim yang diketuai Morgan Simanjuntak menyebutkan, terdakwa dihukum mati lantaran merupakan otak tindak pidana tersebut.

“Karena peran kamu (Junaidi) terbukti merupakan otak (pelaku) dalam kasus ini. Sedangkan dia (Elpi) hanya mengikuti perintahmu (Junaidi), ini berbeda,” ujar hakim Morgan kepada terdakwa Junaidi.

Majelis hakim mnenyebut, perbuatan terdakwa Junaidi tidak mendukung program pemerintah untuk pemberantasan narkotika dan merusak para generasi muda. Selain itu, tidak ada hal yang meringankan sebagai pertimbangan dalam memutuskan hukuman bagi terdakwa Junaidi.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Junaidi Siagian alias Edi dengan pidana mati,” ujar hakim Morgan Simanjuntak membacakan amar putusannya.

Elpi, Kurir Sabu 53 Kg Rekan Junaidi Divonis Penjara Seumur Hidup

Sementara itu, Elpi, kurir sabu 53 Kg lainnya yang bersama-sama Junaidi melakukan aksi kejahatan tersebut dihukum pidana penjara lebih rendah. Pria dengan nama lengkap Elpi Darius itu dihukum pidana penjara seumur hidup.

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan Dua Pemuda Dibuang Dalam Parit Ditangkap

Majelis hakim menilai, hukuman terhadap kedua terdakwa diputuskan sesuai Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam dakwaan JPU Rahmi Shafrina, pada tanggal 29 September 2018, Bang selaku WN Malaysia menelpon Junaidi dan menyuruhnya menyewa kapal boat untuk menjemput sabu sebanyak 50 bungkus ke Portklang, Malaysia.

Sabu yang sudah didapat tersebut lalu dibawa ke Medan dengan melalui jalur Rantau Prapat-Brastagi. Sayangnya, saat melintas di kawasan Pancurbatu, mobil yang dikendarai para sindikat narkoba jaringan internasional ini diikuti petugas BNN. Petugas sudah mengetahui akan terjadi transaksi narkoba yang dilakukan mereka.

Kejar-kejaran pun terjadi. Hingga akhirnya, mobil mereka berhasil dihentikan di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.

Selain Junaidi dan Elpi Darius, dalam kasus yang sama ditangkap pula pria bernama Syahrial (berkas terpisah). Syahrial bersama Elpi dan Junaidi yang membawa sabu tersebut ke Medan. Penerima barang haram di Medan bernama Bahlia Husen alias Iwan dan Zainal Abidin alias Zainal (berkas terpisah) juga ditangkap.

Kontributor : Rivan Adzhari
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here