Tak Mau Diajak Menikah, Seorang Pria Tikam Pacarnya Hingga Tewas

Dari keterangan saksi, korban dibunuh pacarnya sendiri karena emosi, dikarenakan korban belum bersedia untuk dinikahi.

0
remaja pria bunuh kekasihnya
Pelaku saat berhasil ditangkap polisi dan foto korban setelah ditikam pelaku. (Foto : Polres Banggai).

Kitakini.news – Seorang remaja pria bunuh kekasihnya di dalam kos. Diketahui, motif pembunuhan ini dikarenakan pelaku kesal pacarnya tersebut belum mau diajak menikah.

Pelaku berinisial NS (19) dan korban diketahui berinisial AB (19). Kejadian tersebut terjadi di sebuah kos di Kelurahan Mangkio Baru, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

“Jadi gara-gara ceweknya tidak atau belum mau diajak menikah, cowoknya marah dan kesal, hingga terjadi pembunuhan ini,” kata Kapolres Banggai, AKBP Moch Sholeh saat dilansir Kompas.com, Selasa (11/6/2019).

Kapolres mengatakan, usai melakukan pembunuhan pelaku berusaha melarikan diri dan berusaha meninggalkan kota Luwuk, ibu kota Kabupaten Banggai. Polisi bekerja cepat, saat menerima informasi tersebut, anggota Polres Banggai langsung memburu pelaku. Tak sampai 1×24 jam, Polres Banggai akhirnya menangkap pelaku.

“Selasa pagi pelaku sudah berhasil kita amankan. Tadi pelaku NS mau nyebrang ke Kabupaten Banggai Kepulauan naik kapal. Namun upaya itu berhasil kami gagalkan. Saat hendak ditangkap, pelaku sempat melawan petugas, makanya kami lumpuhkan,” kata Kapolres.

Teriakan Korban Sempat Didengar Kakaknya

Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (10/6/2019). Sekitar pukul 19.00 WITA, diketahui pelaku datang ke indekos dimana korban tinggal. Di dalam indekos tersebut, AB tinggal bersama kakaknya Hemianti Boe. Saat sepasang sejoli ini asyik bercerita, Hermianti Boe sempat tertidur hingga kemudian terbangun saat mendengar teriakan adiknya AB.

Baca Juga : Divonis Mati, Kurir 53 Kg Sabu Histeris tak Terima

Kakak korban sempat melihat jam saat itu menunjukkan pukul 22.30 WITA. Saksi juga sempat melihat NS keluar kamar dengan tergesa-gesa. Saksi juga terkejut melihat leher adiknya AB berdarah dan saksi juga melihat ada pisau dapur yang berlumuran di atas bantal.

Selanjutnya, Hermianti dengan kendaraan roda dua bersama tetangganya Herman langsung membawa korban ke puskesmas. Namun, petugas puskesmas menyarankan untuk dibawa ke RSUD Luwuk. Namun saat dibawa ke RSUD Luwuk, nyawa korban tak tidak dapat tertolong, di perjalanan menuju rumah sakit korban meninggal dunia.

Ditambahkan Kapolres, tersangka remaja pria bunuh kekasihnya di dalam kos tersebut, dikenakan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

Editor : Khairul Umam

PESAN TOKOH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here