Sejumlah Purnawirawan TNI Jadi Tersangka Makar, Mantan Pangliman TNI Sebut Tuduhan Itu Sangat Menyakitkan

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menilai tuduhan terhadap sejumlah purnawirawan TNI terkait dugaan kasus makar sangat menyakitkan, mengingat sejumlah purnawirawan TNI itu sudah mengabdikan sebagian hidupnya untuk negara.

0
purnawirawan tni jadi tersangka makar
Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (foto : antara)

Kitakini.news – Sejumlah purnawirawan TNI jadi tersangka makar dan hal itu membuat Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat bicara. Menurutnya, tuduhan makar yang dialamatkan terhadap sejumlah purnawirawan TNI sangat menyakitkan.

Karena, sejumlah purnawirawan TNI itu telah mengabdikan sebagian hidupnya untuk negara.

Sejumlah purnawirawan TNI yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus makar itu diantaranya mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen dan mantan Danjen Kopassus Soenarko. Selain itu, mantan Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus makar.

Atas dasar itu, sejumlah purnawirawan TNI menemui Presiden Joko Widodo di Istana untuk mengklarifikasi tuduhan terhadap beberapa purnawirawan TNI yang ditetapkan menjadi tersangka kasus makar.

“Sama aja dikatakan pengkhianat. Lebih baik dikatakan kamu maling, itu enggak usah ke Presiden. Tapi begitu dikatakan makar, Saya dikatakan sebagai ksatria kok (makar) habis sudah semuanya perjuangan selama ini,” papar Gatot di tvOne, Selasa (11/6/2019) malam, seperti dilansir dari viva.co.id, Rabu (12/6/2019).

Gatot menambahkan bahwa dia sangat mengetahui para seniornya di TNI yang dijadikan tersangka itu memiliki dedikasi tinggi untuk negara.

“Tiba-tiba, hanya gara-gara komunikasi dikatakan makar. Bagi seorang patriot ini sangat menyakitkan karena mengkhianati negara,” ujarnya.

Untuk itu, Gatot Nurmantyo mengajak semua pihak untuk mengedepankan cara-cara persatuan dan komunikasi publik yang menyejukkan. Gatot juga mengajak semua pihak untuk tidak mendiskreditkan satu institusi tertentu. Apalagi dikaitkan dengan kasus makar yang ancaman hukumannya bisa sampai hukuman mati.

“Enggak ada dalam kamusnya TNI itu makar, enggak ada. Kalau mau makar, wong dia senjata lengkap, terlatih, tapi itu enggak ada. Maka, dalam konteks ini jangan sampai opini publik ini menuduh bahwa purnawirawan TNI lah ini menjadi dalang kemudian yang nembak-nembakin,” paparnya.

Baca Juga : Mantan Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka, Wakil Ketua BPN Minta Semua Pihak Turunkan Emosi

Sejumlah Purnawirawan TNI Jadi Tersangka Makar, Semua Pihak Diminta Turunkan Emosi

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera angkat bicara. Mardani meminta kepada semua pihak untuk menurunkan tensi emosi.

Mengingat, dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, tingkat emosi memang sangat tinggi. Dibutuhkan, akal sehat yang kuat untuk mengatasi masalah di Pilpres 2019 dengan bijaksana.

Menurut Mardani, kerukunan harus dikedepankan dalam menghadapi masalah terkait Pilpres 2019. Mengingat, masing-masing pendukung Pasangan Calon (Paslon) banyak yang saling menjelek-jelekkan.

“Kondisi sekarang ini, sangat bijak kalau aparat penegak hukum melihat fenomena pada konteksnya. Ketika momen emosional, orang mendukung Pak Jokowi juga emosional. Yang menjelek-jelekkan Pak Prabowo habis-habisan juga banyak,” kata Mardani di gedung DPR, Jakarta, Senin 10 Juni 2019.

Editor : Khairul Umam

PESAN TOKOH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here