Dalil Gugatan Prabowo-Sandiaga Ini Jadi Bukti di MK 

Dua dalil gugatan BPN Prabowo-Sandiaga ke MK ini menjadi bukti untuk memenangkan gugatan Paslon nomor urut 02 di persidangan MK kelak.

19
dalil gugatan prabowo sandiaga di MK
foto : detik.com

Kitakini.news – Berdasarkan dalil gugatan Prabowo-Sandiaga di MK yang diajukan oleh tim kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, sebanyak 5.268 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pasangan Prabowo-Sandiaga meraih 0 (nol) suara.

Selain itu, tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandiaga juga menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuat ribuan TPS siluman.

Kuasa Hukum BPN, Bambang Widjojanto mengungkapkan sejumlah daerah yang memiliki yang tidak memiliki suara Prabowo-Sandiaga diantaranya di Provinsi Sumatera Utara seperti di Nias, Tapanuli Tengah dan Nias Selatan. Selain itu di Papua dan sebagian besar di Jawa Timur. Selain itu juga ada di Jawa Tengah seperti di Boyolali.

“Ada sekitar 5.268 TPS. Di mana suara pemohon atau suara pasangan Capres/Cawapres 02 yang hanya berjumlah 0,” demikian bunyi dalil gugatan yang ditandatangani oleh Bambang Widjojanto (BW) dkk sebegaimana dilansir dari detikcom, Kamis (13/6/2019).

Berdasarkan dalil gugatan lainnya menyebutkan bahwa fakta tersebut merupakan hal yang mustahil terjadi. Atas dasar itulah, tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandiaga mengindikasikan telah terjadi kecurangan.

“Fakta ini merupakan hal yang mustahil tapi telah nyata terjadi dan hal tersebut menjelaskan adanya indikasi kuat terjadi kecurangan yang merugikan perolehan suara dari pemohon (bukti P-145),”

Sedangkan TPS siluman yang dituding tim Prabowo sebanyak 2.984 unit. Perbandingan jumlah TPS itu dapat dilihat dari perbandingan TPS berdasarkan penetapan KPU dengan Situng KPU. Dalam surat KPU Nomor 860/PL.02.1-KPT/01/KPU/IV/2019, ada 810.352 TPS. Tapi dalam situng KPU, asda 813.336 TP di seluruh Indonesia.

Baca Juga : Tagar #MKDiskualifikasi01 Jadi Trending Topik Hari Ini

“Berdasarkan uraian tersebut ada perbedaan jumlah TPS yang diakui Termohon (KPU-red) dengan Situng Termohon. Jadi ada indikasi kuat terdapat 2.984 TPS siluman atau sekitar 895.200 suara siluman yang berada di TPS a quo. Temuan ini sangat merugikan jumlah perolehan suara dari Pemohon (Bukti P-143),” jelasnya.

Berdasarkan Dalil Gugatan Prabowo-Sandiaga di MK, KPU Dituding Gelembungkan Suara Jokowi-Ma’ruf

Atas dasar itulah, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding KPU menggelembungkan suara pasangan Jokowi-Ma’ruf mencapai 22 juta suara. Sebab, bila tidak ada penggelembungan suara, Prabowo menganggap, pasangan 02 lah yang memenangkan Pilpres 2019.

“Pemohon meyakini ada kecurangan Pemilu yang membuat terjadinya penggelembungan dan pencurian suara yang jumlahnya diantara 16.769.369 sampai dengan 30.462.162 suara. Hal tersebut sangat berpengaruh dan merugikan perolehan suara dari Pemohon,” demikian dalil gugatan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga.

Di sisi lain, Prabowo-Sandiaga mengaku tidak membantah perolehan suara Paslon 02 yang diumumkan KPU, sebanyak 68.650.239 suara. Namun Paslon 02 keberatan atas keputusan KPU yang menyebutkan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan 85.607.362 suara.

Sebab, berdasarkan versi Prabowo-Sandiaga, seharusnya Jokowi-Ma’ruf hanya mendapatkan 63.575.169 suara. Jadi KPU dinilai telah menggelembungkan suara Jokowi-Ma’ruf sebanyak 22.034.193 suara.

“Untuk itu, Pemohon memohon kepada Majelis untuk memerintahkan termohon (KPU-red) melakukan hal tersebut di atas dan melakukannya di seluruh TPS secara terbuka, termasuk juga tidak terbatas hanya dengan merekap seluruh daftar hadir atau formulir C7,” ungkapya.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dengan tegas menepis tudingan tersebut. Sebab menurutnya, KPU telah bekerja secara transparan dan profesional.

“Tuduhan penggelembungan suara sebanyak 17 juta sungguh tidak dapat diterima. KPU dalam menyelenggarakan Pemilu 2019 berpedoman pada prinsip independensi, profesional, dan transparan, serta membuka ruang bagi partisipasi masyarakat,” papar Wahyu Setiawan.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here