Maurizio Sarri Resmi Jadi Pelatih Juventus

Mantan Pelatih Napoli tersebut dikontrak Juventus hingga 30 Juni 2022.

17
sarri resmi jadi pelatih baru juventus
Pelatih baru Juventus, Maurizio Sarri. (Foto : Kompas).

Kitakini.news – Mantan pelatih Chelsea, Maurizio Sarri resmi jadi pelatih Juventus. Hal ini seperti dilansir situs web resmi klub berjulukan I Bianconeri pada Minggu (16/6/2019).

“Pelatih asal Tuscan tersebut bergabung dengan Juventus setelah satu tahun di Inggris dan akan mendapatkan kontrak tiga tahun,” demikian pernyataan resmi klub.

Kabar Sarri akan melatih Juventus sudah lama tersiar untuk menggantikan Massimiliano Allegri yang setuju untuk mengakhiri kontraknya lebih cepat satu musim, bulan lalu. Posisi Maurizio Sarri di Chelsea memang naik turun. Dia sempat berada di ujung tanduk ketiga The Blues terlempar dari posisi 4 besar klasemen pada pertengahan musim ini.

Namun, pada akhir musim Chelsea berhasil finis di posisi empat besar. Sarri pun mempersembahkan trofi Liga Europa pada penghujung musim.

“Kini, Maurizio Sarri kembali ke Italia, tempat dimana dia menghabiskan sebagian besar karirnya,” tulis pernyataan resmi Juventus.

“Sejak hari ini, Sarri akan melatih Juventus. Dia akan dikontrak hingga 30 Juni 2022,” bunyi lanjutan pernyataan resmi klub.

Sarri Dinilai Tak Layak Tangani Juventus

Sementara itu, tanggapan Sarri resmi jadi pelatih Juventus datang dari analis sepak bola Italia, Paulo Bandini. Bandini menganggap Sarri tidak layak menjadi pelatih Juventus.

Bandini tahu, bayangan Sarri sebagai pelatih Juventus tampak menjanjikan. Namun, dia merasa ada sedikit resiko yang bisa berakibat fatal. Sarri dikenal keras kepala dan hanya punya satu taktik. Itu bisa jadi buruk untuk Juventus.

“Itu semua (gagasan Sarri-Juventus) tampak bagus di atas kertas, tetapi saya hanya tidak bisa membayangkannya. Saya kira secara pribadi dia tidak cocok dengan Juventus,” ujar Bandini seperti dilansir ESPN FC.

Pengakuan Bandini ini dikarenakan sosok Sarri yang keras kepala dan hanya fokus pada dirinya sendiri. Dan selalu berkomentar kontroversial.

“Saya kira dia sangat keras kepala dan punya karakter fokus pada dirinya sendiri, dan beberapa komentarnya yang akhirnya membuat dia meminta maaf, itu tidak akan cocok bagi klub seperti Juventus,” pungkasnya.

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here