Demo Penolakan RUU Ekstradisi Hong Kong, Massa Tolak Permohonan Maaf Carrie Lam

Massa yang menggelar aksi protes penolakan RUU Ekstradisi menolak permintaan maaf pemimpin Hong Kong, Carrie Lam dan massa berencana akan menggelar aksi yang sama bila pemerintah tidak mengabulkan tuntutan mereka yakni menolak RUU Ekstradisi dan menuntut pemimpin Hong Kong mundur.

8
demo penolakan RUU Ekstradisi Hong Kong
Jutaan massa menggelar aksi protes penolakan RUU Ekstradisi dan menuntut pemimping Hong Kong mundur dari jabatannya, Minggu (17/6/2019). (foto : scmp.com)

Kitakini.news – Massa menolak permohonan maaf pemimpin Hong Kong, Carrie Lam. Permohonan maaf itu disampaikan Carrie Lam enam jam saat jutaan masyarakat Hong Kong menggelar demo penolakan RUU Ekstradisi Hong Kong.

Seperti dilansir SCMP, Senin (17/6/2019), kelompok yang menolak RUU Ekstradisi dengan tegas meolak permohonan maaf Carrie Lam.

Kelompok yang menentang UU Ekstradisi menyatakan mereka menolak permintaan maaf yang diucapkan Chief Executive Hong Kong Carrie Lam. Kantor Lam menuturkan dalam pernyataan resmi, kekurangan dalam pemerintahannya telah menyebabkan kontroversi dan perselisihan, kemudian kekecewaan dari warga.

Mewakili kelompok pengunjuk rasa, Jimmy Sham dari kelompok Civil Human Rights Front menyatakan bahwa mereka menolak permohonan maaf Carrie Lam.

“Tidak ada orang di Hong Kong yang bakal menerima ucapannya karena dia hanya merendahkan nada bicaranya. Namun dia tidak menjawab apa yang warga inginkan,” ujar Sham.

Sham menambahkan bagaimanapun, mereka menuntut agar RUU Ekstradisi dihapuskan. Untuk itu, pihaknya akan tetap melakukan aksi lanjutan, bila pemerintah tidak merespon tuntutan itu.

Sham juga menyerukan kepada masyarakat Hong Kong untuk bersama-sama turun ke jalan, mengikuti aksi protes tersebut.

Hingga Senin (17/6/2019), sejumlah kelompok pemuda masih menduduki kawasan Admiralty hingga bangunan pemerintah.

Politisi Claudia Mo mengungkapkan bahwa mereka tidak menerima penundaan yang disampaikan Carrie Lam, Sabtu (15/6/2019). Karena itu sifatnya hanya penundaan atau sementara saja.

“Masyarakat Hong Kong sudah berulang kali dibohongi,” papar Bonny Leung dari Civil Human Rights Front.

Baca Juga : Unjuk Rasa Penolakan RUU Ekstradisi di Hongkong, 3 Negara Keluarkan Travel Advice

Demo Penolakan RUU Ekstradisi Hong Kong Juga Digelar di Negara Lain

Sementara itu, aksi yang sama juga terjadi di sejumlah negara lainnya. Perwakilan masyarakat Hong Kong yang berdomisili di luar negeri, ikut melancarkan aksi protes.

Seperti di  Amerika Serikat. Ratusan masyarakat Hong Kong melakukan aksi protes di dua kota sekaligus, yakni New York dan Washington.

Kedua kota itu merupakan bagian dari 39 kota di dunia lainnya yang direncanakan akan digelarnya aksi protes penolakan RUU Ekstradisi. Sejumlah negara itu antara lain Inggris, Prancis, Jerman, Korea Selatan, Amerika Utara, Australia dan lainnya.

Selain menuntut RUU Ekstradisi dihapuskan, para pendemo juga menuntut agar pemimpin Hong Kong mengundurkan diri.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here