Suporter Geruduk Kantor Gubri, Berharap Syamsuar Peduli PSPS

35
demo suporter psps riau
Suasana demo suporter PSPS Riau di depan Kantor Gubri, Senin (24/6/2019). (Foto : gatra.com)

Kitakini.news – Suporter PSPS Riau menggelar aksi menuntut kepedulian Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar terhadap keberlangsungan sepak bola Riau. Hal itu dilakukan lewat demo suporter PSPS Riau dengan berbondong-bondong geruduk kantor Gubri.

Aksi yang digelar di depan kantor Gubri itu diikuti suporter PSPS yang terdiri dari Curva Nord 1955, Asykar Theking, dan Pekanbaru Finest.

Dalam aksinya, ribuan suporter pencinta PSPS menyuarakan agar Gubri Syamsuar maupun pihak terkait agar peduli terhadap PSPS Riau. Rasa keprihatinan akan nasib tim sepak bola yang pernah menjadi kebanggaan negeri Lancang Kuning ini disampaikan dalam bentuk yel dan lagu. Selain itu, para koordinator dari kelompok suporter juga melakukan orasi.

Dalam orasinya, para supoerter meminta keseriusan pemerintah agar PSPS bisa kembali bangkit di tengah kancah sepak bola nasional. Selain itu, kontribusi pihak swasta khususnya perusahaan besar yang beroperasi di Riau diharapkan peduli terhadap PSPS Riau.

Orasi suporter PSPS juga mengkritik ‘sakitnya’ PSPS Riau tidak terlepas dari bobroknya manajemen. Intransparansi dalam pengelolaan anggaran jadi hal yang tidak bisa dipungkiri.

Baca juga : Neymar Sudah Enggan Bermain di PSG

Karena itu, pendemo mendesak, harus ada itikad semua pihak membangun PSPS. Komitmen untuk membangunkan PSPS Riau adalah langkah awal, agar bisa bersaing di tengah persaingan klub sepak bola di Indonesia.

“Ini bukan soal siapa yang salah atau tidak. Siapa pun jadi pejabat kami tak peduli. Kami ingin adalah orang yang peduli dengan PSPS Riau,” ujar salah seorang orator aksi.

Wagubri jawab demo suporter PSPS Riau, sebut Pemprov tak bisa bantu

Demo suporter PSPS Riau mendapat respons dari Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edi Natar Nasution. Menurut pria yang akrab disapa Edi ini, suporter PSPS tidak paham tentang akta PSPS. Dia menyebutkan, akta PSPS telah berubah menjadi klub sepakbola profesional yang sesuai ketentuannya tidak boleh dibantu lagi oleh pemerintah menggunakan APBD.

“Saya lihat (mereka) tidak paham, PSPS itu sekarang di bawah PT (klub sepakbola profesional). Kalau sudah begitu, tidak bisa dibantu menggunakan APBD,” kata Edi Natar.

Sebelumnya, kata Edi, Pemprov Riau juga sudah berupaya membantu dengan cara memfasilitasi PSPS bertemu dengan perusahaan besar di Riau.

“Kita sudah coba bantu fasilitasi, ternyata belum berjalan. Seharusnya, suporter tanya ke manajemen PSPS, kok protes ke Pemprov Riau?” tuturnya.

Baca juga: Optimis Menang di Sidang Putusan MK, BPN : KPU tak Mampu Jelaskan DPT Siluman

Edy juga memberi penjelasan kepada delegasi suporter PSPS yang datang menghadapnya. Dia bercerita tentang keengganan perusahaan-perusahaan besar di Riau membantu pendanaan klub. Hal tersebut justru menjadi pertanyaan untuk menjadi intropeksi terkait pembenahan PSPS Riau. Untuk itu, dia berharap PSPS segera berbenah.

Kenapa mereka (perusahaan) terkesan enggan memberikan bantuan, saya tak mau menduga-duga. Apakah bantuan mereka selama ini sudah dikelola dengan baik? kata Wagubri.

Kontributor : Ferry Anthony

Editor : M. Tanjung

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here