Festival Bunga dan Buah 2019 Karo Sarana Perkenalkan Produksi Pertanian

Festival Bunga dan Buah 2019 Kabupaten Karo menjadi sarana untuk lebih memperkenalkan produksi pertanian Karo lebih luas lagi, baik kepada wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

42
festival bunga dan buah 2019
Kelompok Tani lokal memamerkan beragam jenis bunga asli Karo untuk pertama kali dalam Festival Bunga dan Buah 2019. (Kitakini/ Syahrial Siregar)

Kitakini.news – Festival Bunga dan Buah 2019 di Kabupaten Karo diharapkan dapat memperkenalkan potensi pertanian secara luas. Acara yang digelar di Open Stage Taman Mejuah-juah Berastagi itu digelar mulai 5 hingga 7 Juli 2019.

Festival bunga dan buah ini adalah agenda rutin Pemkab Karo setiap tahunnya. Tercatat, ini adalah event ke-20 kalinya digelar. Pelaksanaan Festival Bunga dan Buah tahun ini akan ditekankan pada upaya mempromosikan atau memperkenalkan segenap potensi pertanian dan pariwisata untuk menjadi daya tarik wisatawan.

Bukan itu saja, festival bunga dan buah ini juga akan memperkenalkan industri ekonomi kreatif, budaya dan kearifan lokal lainnya. Selain itu, acara ini juga sebagai salah satu sarana pelestarian budaya Karo, sekaligus filter terhadap budaya asing yang dapat mengikis nilai-nilai budaya lokal.

Rangkaian kegiatan dalam event yang sudah digelar puluhan tahun ini pun beragam. Mulai dari pawai kontingen, karnaval mobil hias, merangkai bunga, penampilan tari tradisional Karo, menghias kuda tunggang, tarian massal, serta hiburan musik untuk rakyat.

Di sisi barat persis di Taman Mejuah-juah, ratusan tenda berdiri memamerkan produk andalannya. Beragam jenis bunga dan buah asli Tanah Karo pun menjadi stand favorit turis lokal maupun mancanegara untuk mengunjunginya.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Jember Jawa Timur juga turut ambil bagian dalam festival tahun ini. Selamet Sugianto, Kabag Perekonomian Kabupaten Jember mengatakan, ini adalah kali pertama mereka ambil bagian di sini.

“Kami ingin perkenalkan produk perkebunan asli Jember di sini. Ada Jeruk Pamelo, Kedelai Idah Mami, Nenas Madu dan banyak lainnya. Ada juga produk lainnya asli Jember yang sudah dijadikan dalam bentuk kemasan,” ujar Selamet.

Selamet menyebutkan, beberapa produk andalan dari Jember kini sudah dieksport ke Jepang. Nantinya, beragam buah dan hasil pertanian lainnya yang dipamerkan ini akan dijual, jika pengunjung hendak membelinya.

“Kita ingin perkenalkan kepada masyarakat luas, agar produk pertanian Jember lebih dikenal lagi,” ungkap Selamet.

Baca juga : Ayah dan Anak disambar petir dikawah gunung Sibayak, Keduanya alami luka bakar

Ikut Festival Bunga dan Buah 2019, Komunitas Petani Desa Seribu Bunga Berharap Produknya Lebih Dikenal

Sama halnya dengan Pemkab Jember, komunitas petani dari Desa Seribu Bunga juga mengaku kali pertama turut ambil bagian dalam event kali ini.

Manikta br Ketaren (35) salah satu anggota kelompok tani saat ditemui di stand Kampung Bunga mengatakan, dia dan anggota kelompok tani lainnya memamerkan beragam jenis bunga, salah satunya Krisan.

“Event seperti ini banyak membantu bagi kami agar produk bunga yang kami tanam lebih dikenal. Harapannya pemerintah semakin memperhatikan petani bunga, agar kami bisa memasarkan buah dan bunga-bunga asli Tanah Karo semakin dikenal masyarakat,” ungkap Manikta.

Diketahui, Kabupaten Tanah Karo memiliki objek wisata yang menarik. Mulai dari alam pegunungan, Sinabung “Volcano Park”, pemandian air panas (hot spring), Air Terjun Sipiso-Piso, danau, hutan dan banyak objek-objek wisata lainnya.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Ummi Fatih

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here