Hari Pertama Festival Bunga dan Buah di Berastagi Berlangsung Meriah

Hari pertama festival bunga dan buah 2019 di Berastagi berlangsung meriah, warga antusias menyaksikan karnaval.

66
Karnaval di festival bunga dan buah di berastagi 2019
Ragam karnaval yang ditampilkan dalam Festival Bunga dan Buah 2019 di Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (5/7/2019). (Foto : Syahrial Siregar)

Kitakini.news – Hari pertama Festival Bunga dan Buah 2019 yang dilaksanakan di Kota Berastagi Kabupaten Karo mulai Jumat (5/7/2019) berlangsung meriah. Puluhan ribu warga lokal dan pendatang tumpah ruah di jalan untuk menyaksikan event tahunan tersebut.

Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo mengatakan, Festival Bunga dan Buah 2019 di Kabupaten Karo dikurasi untuk masuk di COE Kemenpar. Pelaksanaan tahun ini pun menurutnya berlangsung sangat meriah.

“Apalagi kendaraan hias karnavalnya 80% diisi oleh buah, bunga dan sayur asli dari Karo. Tahun ini daerah lain juga ikut serta, yaitu dari Jember, Jawa Timur. Saya harap Festival Bunga dan Buah tahun 2020 akan semakin banyak peserta dari luar daerah Karo yang ikut,” ujar Arie.

Arie berharap, acara ini bisa menjadi skala nasional mengingat begitu antusiasnya masyarakat Karo pada khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya untuk mengikuti Festival ini.

“Saya sangat berterimakasih kepada Pemkab Karo yang sudah membuat acara semeriah ini. Dan jangan lupa bulan september nanti akan ada Tour De Sinabung yang akan diikuti oleh 2500-an peserta,” timpal Arie.

Gubsu Sambut Baik Festival Bunga dan Buah di Berastagi

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik Festival Bunga dan Buah tahun 2019. Menurut Edy, ini menjadi khas Kabupaten Karo khususnya Kota Berastagi.

“Tidak semua provinsi punya tempat seperti ini. Orang masih bisa duduk-duduk seperti ini jam segini (14.30 WIB) ditempat terbuka seperti ini. Kalo di Medan duduk-duduk seperti ini, besok hitam semuanya. Ini adalah berkat Tuhan,” ujar Edy.

Dikatakan Edy, kalau benar-benar kita mencintai Tuhan, maka jadikan kota Berastagi berseri. Dulu, kata Edy, waktu zaman dia masih kecil, banyak turis datang ke Berastagi, tapi sekarang bisa dihitung jari. Untuk itu Edy meminta kepada seluruh masyarakat agar kejayaan masa dulu tersebut dikembalikan.

Ke depan, Edy berjanji akan menggalakkan lagi wacana Mebidangro (Medan, Binjai, Deliserdang, Tanah Karo). Nantinya, bunga dan buah dari Tanah Karo ini dapat benar-benar sampai ke daerah Medan, Binjai dan Deliserdang. Untuk itu, Edy juga akan mewujudkan infrastruktur untuk mewujudkan itu semua.

“Jangan pernah berubah nama bunga dan buah di sini. Karena itu ciri khas dari kakek dan nenek moyang kita dulu,” pinta Edy.

Dikatakan Edy, dalam waktu dekat dirinya juga akan membuat kandang kerbau dan kandang sapi di Berastagi. Kemudian di sampingnya akan dibangun pabrik kompos dan pabrik pakan ternak. Tujuannya, hasil bumi seperti jagung dan lainnya yang keluar dari Berastagi, bisa langsung diolah di pabrik tersebut.

“Kemudian kotorannya akan diolah oleh pabrik menjadi pupuk kompos. Tanah di sini dulu Belanda sangat senang. Tapi sekarang karena banyak bahan non-organik, tanah sudah mulai rusak. Inilah yang harus dibenahi. Saya sudah berjanji dan ini akan saya prioritaskan. Mulai 2020 ini sudah harus jalan,” tukas Edy disambut riuh tepuk tangan warga.

Edy juga berharap agar Festival Bunga dan Buah ditahun-tahun berikutnya dapat dikunjungi oleh turis mancanegara. Edy mengklaim, jika polanya tidak diubah, wisatawan asing tidak akan mau datang kemari (Berastagi).

“Jadikan Berastagi menjadi tempat yang benar-benar disukai wiswatawan. Nanti saya akan datang lagi, nanti akan Kita desain seperti apa bentuknya,” tukas Edy.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Ummi Fatih

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here