Uang Panaik Kurang, Wanita asal Sulawesi Selatan Bunuh Diri Minum Racun

Korban bunuh diri diduga stres terkait masalah uang panaik (uang mahar) yang kurang dari kekasihnya. Sehingga mendapat tekanan dari keluarganya sendiri.

766
bunuh diri minum racun
Jenasah almarhumah Sia Binti Liwang (31) saat disemayamkan di rumahnya di Kampung Karamaka, Desa Banrimanurung Jeneponto. (Foto : Kumparan).

Kitakini.news – Seorang gadis nekat bunuh diri minum racun, lantaran gagal menikah karena tidak mendapat restu dari orang tuanya di Sulawesi Selatan.

Korban bernama Sia Binti Liwang (31), warga Desa Banrimanurung, Kecamatan Bengkala Barat, Kabupaten Jenepento, Sulawesi Selatan. Korban tewas setelah meminum racun serangga.

Informasi yang diperoleh, bermula saat keluarga pria hendak melamar Sia dengan uang panaik (mahar) senilai Rp 10 juta. Namun, pihak keluarga perempuan meminta Rp 15 juta. Pihak keluarga laki-laki tidak dapat menyanggupi sehingga lamaran tersebut tidak berlanjut.

Meskipun lamaran tidak berlanjut, namun keduanya memutuskan nikah siri dan Sia memilih minggat dari rumahnya, hingga akhirnya depresi lantaran tekanan keluarga yang terus menagih mahar yang dijanjikan pihak laki-laki, Sia pun menengguk racun serangga.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tak lama kemudian meninggal dunia.

“Benar jika kejadian meninggalnya seorang perempuan asal Bengkala Jenepento diduga meminum racun serangga, ujar Kapolres Jenepento, AKBP Hery Susanto, sebagaimana dilansir dari Kumparan, Rabu (10/7/2019).

Permasalahan uang panaik bagi kedua keluarga, pihak Kepolisian Polres Jenepento masih mengumpulkan bukti-bukti hanya untuk kasus bunuh diri.

“Kita belum tahu apa permasalahannya, ini dugaan sementara kita bisa simpulkan diduga meneguk racun serangga, karena sebelumnya ia dirawat di rumah sakit karena keracunan,” tandas AKP Heri Susanto.

Polsek Bangkala Usut Kematian Korban

polisi saat mengunjungi kediaman korban
Anggota Polres Bangkala saat meminta keterangan keluarga korban yang meneguk racun hingga tewas.(Foto : Kumparan).

Sementara itu Kapolsek Bangkala, Iptu Bahctiar mengatakan, jika pihaknya masih melakukan pendekatan secara kekeluargaan, untuk mengungkap kasus bunuh diri minum racun dilatari kawin lari.

Baca Juga : Sempat Menghilang, Truk CPO Terjun ke Jurang di Dairi dan Sopir Tewas 

“Untuk kawin larinya, Saya minta komunikasi dengan imam desa, agar kawin larinya bisa dituntaskan,” jelas Kapolsek.

Dia juga menambahkan, jika saat ini persoalan uang panaik tersebut sangat jauh untuk ditelusuri dan tidak menanggapi itu. Peran kami sebagai polisi, mengawal bagaimana keputusan kedua belah pihak.

“Kalau uang panaik Saya serahkan ke pemerintah setempat. Tidak elegan kalau polisi bicara uang panaik,” pungkasnya.

Seorang Gadis Nekat Bunuh Diri Minum Racun Serangga

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here