Selain Berhentikan Dua Komisioner KPU, Arief Budiman Juga Dapat Peringatan DKPP

Selain pemberhentian dua komisoner KPU dari jabatan internal Ketua KPU Arief Budiman bersama komisoner KPU lainnya juga dapat sanksi peringatan. Sementara Wahyu Setiawan disanksi peringatan keras.

197
dkpp berhentikan komisioner kpu
Ketua KPU RI, Arief Budiman bersama Komisioner KPU lainnya bergaya dalam sebuah foto. (Foto : bawaslu.go.id

Kitakini.news – DKPP tidak hanya berhentikan dua komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting dan Ilham Saputra dari jabatan internalnya. Ketua KPU RI, Arief Budiman juga mendapat peringatan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI termasuk komisioner atau anggota KPU RI lainnya.

Dilansir dari situs resmi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, keputusan DKPP memberhentikan Evi Novida Ginting Munthe sebagai Ketua Divisi Sumberdaya Manusia, Organisasi, Diklat dan Litbang KPU RI, berawal dari aduan Adly Yusuf Saepi. Dia merupakan Mantan Anggota KPU Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2014-2019.

Pengadu yang ingin menjadi anggota KPU Kabupaten Kolaka Timur periode 2019-2024 kembali mendaftarkan diri. Hal itu dilakukan setelah adanya pengumuman pendaftaran calon anggota KPU Kabupaten Kolaka Timur.

Namun, saat pengumuman hasil seleksi, nama pengadu tidak tercantum. Hal itu yang membuat pelaku melaporkan seluruh petinggi KPU RI termasuk Ketua KPU RI, Arief Budiman. Beberapa dalil disampaikan ke DKPP dalam aduannya melalui dua kuasa hukumnya.

Atas laporan itu, selain memberhentikan Evi Novida Ginting Munthe dari jabatan internal di KPU RI, Arief Budiman juga dapat sanksi peringatan. Anggota KPU Ilham Saputra, Viryan, Pramono Ubaid Tantowi, Hasyim Asy’ari juga dapat peringatan yang sama. Hasyim Asy’ari juga merupakan anggota DKPP dari unsur KPU. Sedangkan Wahyu Setiawan dijatuhi sanksi peringatan keras.

Baca Juga : Dinilai Langgar Kode Etik, DKPP Berhentikan Dua Komisioner KPU

“Memerintahkan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan Putusan ini.” Demikian kutipan dalam putusan tersebut.

DKPP Berhentikan Komisioner KPU Ilham Saputra Karena Hal Ini

Ilham Saputra sebelumnya dilaporkan politisi Partai Hanura, Tulus Sukariyanto (pengadu). Tidak hanya Ilham, dua staf di KPU RI lainnya, Indra Jaya dan Novayani juga dilaporkan dan berstatus teradu.

Perkara tersebut bermula ketika 10 Oktober 2018, Tulus Sukariyanto mendapatkan Surat Keputusan PAW kepada DPR RI. Dia ditunjuk menggantikan Dossy Iskandar Prasetyo, anggota DPR RI dapil Jawa Timur VIII. Diketahui, Dossy pindah ke Partai Nasdem dan Sisca Dewi diberhentikan karena melakukan tindakan tercela dan mencemarkan nama partai.

Selanjutnya 18 Oktober 2018, Surat pernyataan Mahkamah Partai Hanura terbit menjelaskan mengenai PAW di Partai Hanura.

Tidak itu saja, 31 Oktober 2018 di keluarkan Surat Keputusan Presiden RI mengenai PAW sembilan orang di Partai Hanura. Dia antaranya termasuk pemberhentian Dossy Iskandar.

Namun, awal November 2018, KPU memproses sembilan orang PAW Partai Hanura di DPR RI. Hasilnya meloloskan 6 orang, dan menahan 3 orang. Ada urutan selanjutnya yang dilangkahi yang masih harus di konfirmasi oleh KPU.

Ilham Saputra sebagai teradu III selanjutnya menyuruh Novayani mengklarifikasi ke Sisca Dewi di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu. Padahal, Indra Jaya sudah melakukan klarifikasi, bahkan sebanyak empat kali.

Baca Juga : Pemberangkatan Haji 2019, Kemenag Sumut Siap Berangkatkan 8531 Calhaj

Dalam pertimbangan DKPP, seharusnya proses PAW bisa langsung diproses tanpa menunggu gugatan Sisca Dewi berdasarkan PKPU No. 6 Tahun 2019. Dalam peraturan itu, jika tidak menggugat dalam waktu 14 hari kerja ke Mahkamah Partai sejak klarifikasi, maka proses PAW dilanjutkan. Apa lagi, klarifikasi sudah dilakukan sejak awal bulan November 2018.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here