Pelaku Pembunuhan Adik Ipar di Paluta Diduga Dalam Pengaruh Narkoba

Pelaku kepada polisi mengaku sakit hati terhadap korban. Selain itu diduga pelaku dalam melakukan pembunuhan masih dalam pengaruh pemakaian narkoba.

448
pembunuhan adik ipar
TTN (38), pelaku pembunuhan terhadap adik ipar sendiri, dan korban saat ditemukan tewas berlumuran darah. (Foto : Polsek Padang Bolak).

Kitakini.news – Polsek Padang Bolak, Padang Lawas Utara (Paluta), masih melakukan penyidikan mendalam, untuk mengungkap kasus pembunuhan adik ipar sendiri bernama Rinto Harahap (27) yang dibunuh TTN (38) abang iparnya, Jumat (12/7/2019) kemarin.

Diketahui, korban tewas dengan kondisi mengenaskan di tangan pelaku yaitu kondisi luka robek di kepala, luka robek di leher, luka robek di punggung dan tangan kiri putus disabet egrek (senjata untuk panet sawit).

Kapolsek Padang Bolak, AKP Zulfikar SH MH, kepada Kitakini News, Sabtu (13/7/2019) siang meluruskan, dari keterangan tersangka kepada penyidik diketahui kalau tersangka merasa terhina karena aktifitasnya sering diintip oleh korban.

“Jadi bukan arti kata si korban sering ngintipin aktifitas tersangka layaknya pasangan suami kepada istrinya. Hanya aktifitas biasa. Bukan juga sering ngintipin istri tersangka mandi,” ujar Zulfikar.

Zulfikar menjelaskan, aktifitas mengintip tersebut terus berulang dilakukan korban. Kemudian berlanjut beberapa hari, hingga akhirnya titik kesabaran tersangka habis. Sebelum tewas ditangan abang iparnya, korban juga mengintip aktifitas tersangka pada Kamis (11/7/2019) malam.

“Jumat (12/7/2019) paginya. Entah ada setan apa yang merasuki, tersangka langsung mendatangi rumah korban dan langsung menghabisi nyawa korban dengan membabi buta. Jadi kami menduga saat itu tersangka sedang berhalusinasi karena sedang dibawah pengaruh narkoba jenis sabu,” kata Zulfikar.

Baca Juga : Kejam! Ayah Tega Pukul Kepala Dua Anaknya yang Masih Balita dengan Gagang Cangkul

Tersangka Akui Tidak Rencanakan Pembunuhan

Dikatakan Zulfikar, karena korban juga pecandu narkoba, singkatnya korban pernah diberi narkoba gratis oleh tersangka. Namun, saat ditanya apakah tersangka merupakan bandar narkoba di lingkungan tempat tinggalnya, Zukfikar belum bisa memastikannya.

“Kalau itu belum sampai ke sana kita melakukan penelusuran,” ungkap Zulfikar.

Zulfikar pun memastikan korban tidak melakukan perencanaan untuk melakukan pembunuhan tersebut. Itu dia lakukan secara spontan dengan menggunakan egrek yang biasa dipakai pelaku untuk mendodos sawit.

“Jenazah korban sudah disemayamkan. Kita menjerat tersangka dengan Pasal 338 tentang pembunuhan, bukan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Rencananya kita juga hari ini melakukan test urine terhadap tersangka,” pungkas Zulfikar.

Sebelumnya, pembunuhan sadis terjadi di dalam rumah yang sekaligus dijadikan toko grosir milik korban di Desa Mananti, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Jumat (12/7/2019) sekira pukul 09.30 WIB.

Adalah Rinto Harahap (27) yang menjadi korban kebiadaban Abang iparnya sendiri yang belakangan diketahui berinisial TTN (38). Istri korban merupakan adik kandung pelaku, dimana rumah mereka pun berdekatan.

Kondisi korban saat itu telah terkapar di dalam grosir miliknya, saat dia dan anggotanya tiba di lokasi. Korban mengalami luka robek di kepala, luka robek di leher, luka robek di punggung dan tangan kiri putus.

Berita Selengkapnya : Pemilik Grosir Tewas Dibunuh Abang Sendiri di Paluta

“Jadi setelah membunuh korban, sejumlah saksi mata yang sedang minum kopi tak jauh dari lokasi melihat pelaku keluar dari grosir korban dan memberitahukan kepada para saksi dengan perkataan ‘Madung hubunuh ia’ (sudah kubunuh dia),” ujar Zulfikar, dalam segmen pemberitaan sebelumnya.

Kemudian, kata Zulfikar, pelaku pembunuhan adik ipar ini terus berjalan menuju kembali ke rumahnya. Sejumlah saksi mata langsung masuk ke dalam toko grosir dan menemukan korban dalam keadaan telungkup di lantai bersimbah darah dan tangan kiri ditemukan di atas meja. Beberapa jam setelah membunuh, tersangka berhasil diamankan petugas.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here