The Kaldera Toba Nomadic Escape Bisa Jadi Wisata Dunia, Ini Syaratnya

The Kaldera Toba Nomadic Escape selangkah lagi akan menjadi destinasi wisata dunia bila telah mendapatkan status UGG dari Unesco Global Geopark dan pemerintah pun terus berupaya secara maksimal menjadikan The Kaldera Toba Nomadic Escape sebagai destinasi wisata dunia.

35
The Kaldera Toba Nomadic Escape
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meninjau destinasi wisata The Kaldera Toba Nomadic Escape, beberapa waktu lalu. (Kitakini.news/Syahrial Siregar)

Kitakini.news – The Kaldera Toba Nomadic Escape bisa menjadi destinasi wisata dunia. Namun ada syarat tertentu untuk menjadikannya sebagai destinasi wisata kelas dunia, yakni memiliki status UGG dari Unesco Global Geopark.

Untuk itu, Selama di The Kaldera Danau Toba, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya meminta progress perkembangan UGG – UNESCO Global Geopark yang ditargetkan tahun 2019 ini masuk. Tidak ada pilihan lain, untuk menjadi destinasi kelas dunia, maka harus punya stampel yang dikeluarkan oleh lembaga dunia pula.

“Pilihan buat Danau Toba adalah status UGG, agar levelnya naik dan diakui dunia,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Arief Yahya mengungkapkan untuk menjadi destinasi kelas dunia, maka 3A-nya juga harus standar internasional.

“Khusus Atraksi, Danau Toba harus berkelas dunia. Potensinya sangat kuat, nature nya kuat, culturenya ada, event buatan juga sangat kuat. Komitmen Pak Presiden Jokowi untuk pariwisata juga sangat serius dan sudah menjadikan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas,” ungkapnya.

Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem, Deputi Pengembangan Destinasi Kemenpar, Indra Ni Tua menjelaskan, 3 surat Menteri Pariwisata ke UNESCO sudah diterima oleh UNESCO Headquarters Paris, Prancis.

“Tiga surat sudah diterima UNESCO, yakni tanggal 19 Maret 2019, 29 Mei 2019 dan terakhir 27 Juni 2019, tiga pekan silam,” ujar Indra, Sabtu (20/7/2019).

Dikatakannya, semua sudah dilampiri Final Report, Executive Summary Masterplan GNKT, Surat GNKT kepada Menteri Pariwisata, dan surat-surat sebelumnya.

“Dubes RI untuk UNESCO, Pak Surya Rosa di Paris terus memonitor. Kemarin beliau bertemu Margareth Patzak yang menangani dokumen kita, kita oke, dan sudah mengirim ke cloud council yang akan mengevaluasinya,” kata Indra Ni Tua.

Pemerintah Maskimalkan Persiapan The Kaldera Toba Nomadic Escape Jadi Destinasi Wisata Dunia

Sambil menunggu status UNESCO Global Geopark, Menpar Arief Yahya minta agar The Kaldera Danau Toba ini segera running. Ajak pihak ketiga untuk mengelola secara professional dan memang sudah punya pengalaman bergerak di sana.

Kalau kawasan ini mulai ramai dikunjungi orang, instagenic, banyak spot selfie, seperti komunitas Genpi membuat Destinasi Digital selama 2 tahun terakhir, maka bisnis pariwisata akan hidup. Setelah itu, kata Menpar, investor akan semakin tertarik mengembangkan usahanya di The Kaldera juga.

“Kalau kita bisa membayangkannya, maka kita pasti bisa mewujudkannya. Begitupun prinsip dalam membangun ekosistem pariwisata di sini,” tuturnya.

Membahas soal akses, Bandara Silangit sudah internasional dan sedang diperbesar terminalnya. Panjang runway juga sudah dibangun untuk pesawat berbadan menengah. Tol Kualanamu-Tebing Tinggi sudah beroperasi. Tebing TInggi – Parapat diperlebar, ditambah inner ring road dan outer ring road. Empat pasang dermaga di Samosir dan satu lagi di Pulau Sumatera juga sudah.

“Dari dua kapal yang dijanjikan Pak Jokowi, satu sudah! Tinggal satu lagi,” ungkap Arief Yahya.

Kalau akses dan atraksi sudah kelas dunia dan hebat, maka para pelaku industry Pariwisata akan hidup dan membuat amenitas. Dalam hal ini paling dominan di akomodasi. “Saya yakin bisa!” jelasnya.

Reporter : Syahrial Siregar

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here