Label Halal MUI Tidak Ada di Kotak Bolu Meranti, Ini Kata Waketum MUI Medan

Waketum MUI Kota Medan, Hasan Matsum mengungkapkan bila perusahaan Bolu Meranti terbukti melanggar ketentuan, maka pihaknya siap memberikan tindakan lebih lanjut.

117
bolu meranti
Kemasan Bolu Meranti tidak memiliki label halal MUI. (foto : kitakini.news/imam efendi)

Kitakini.news – Terkait tidak adanya label halal MUI di kotak Bolu Meranti menyebabkan muncul rasa keraguan terkait kehalalan aneka jenis kue serta bolu yang diperjual belikan oleh pelaku usaha tersebut.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Medan, Hasan Matsum, mengatakan, bahwa perusahaan Bolu Meranti sebelumnya sudah mendapatkan label halal.

“Dalam hal ini (Label halal), mereka (pihak Bolu Meranti) sudah pernah mendaftarkan usaha makanan tersebut ke kita. Dan kita juga sudah pernah memberikan logo halal untuk perusahaan tersebut,” jelas Hasan, saat dikonfimasi via seluler, Sabtu (20/07/2019).

Akan tetapi, terbukti tidak ada label halal di kotak Bolu Meranti yang menjadi salah satu oleh-oleh khas Kota Medan itu. Untuk itu, Hasan Matsum akan mengecek data terkait masalah itu.

“Untuk saat ini, Saya akan menanyakan kepada staff di kantor guna mengecek izin perpanjangan label dan hal lainnya,” papar Hasan.

Dipertanyakan tindakan seperti apa yang akan diberikan MUI Kota Medan, apabila Bolu Meranti terbukti melanggar aturan. Hasan, menyebutkan akan memanggil pihak perusahaan tersebut untuk segera mengurus izin sesuai dengan Undang-undang.

“Kalau kita cek memang melanggar. Kita akan surati ke pihak perusahaan tersebut agar segera datang ke kantor MUI cabang Kota Medan, untuk mengurus label halal dari kita. Misal, hal tersebut tetap tidak diindahkan, maka kita akan berkordinasi kepada staff penindakan guna tindakan lebih lanjut,” tegasnya.

Kendati demikian, kata Hasan, permasalahan tersebut sudah kerap dipertanyakan oleh sejumlah awak media kepadanya. Maka dia berharap, para wartawan jangan mudah terprovokasi terkait hal tersebut.

Baca Juga : Insiden Pohon Tumbang, Pengamat : Pemko Medan Harus Bertanggungjawab

“Begini. Banyak yang sudah bertanya kepada Saya soal masalah ini (label MUI Bolu Meranti). Saya hanya berharap kepada awak media, khusunya rekan-rekan wartawan, untuk tidak mudah termakan isu. Masalah ini masih kita lakukan pengecekan data,” ujarnya.

Sampai kini, belum ada pernyataan Hasan terkait pengecekan data tersebut. Pesan singkat via Whatapps wartawan kepadanya, tidak dibalas.

Label Halal MUI Tidak Ada di Kotak Bolu Meranti Buat Konsumen Muslim Khawatir

Tidak terdapatnya label halal MUI di kotak Bolu Meranti Medan membuat sebagian masyarakat khawatir.

Ibrahim misalnya. Salah satu Remaja Mesjid Al-Jihad, Jalan Mesjid Al-Jihad, Kecamatan Medan Barat ini mengatakan, makanan yang dibuat para pelaku usaha tersebut haram.

“Dalam syariat dan Al-Quran surat Al Baqarah 168 dan 172, sudah jelas diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengkonsumsi yang halal. Kalau, makanan yang diproduksi mereka gak ada keterangan halalnya untuk apa kita santap. Sudah jelas makan tersebut haram,” bebernya.

Karena menurutnya, label MUI sudah dipercayai oleh umat Islam di Kota Medan.

“Menurut Saya, label MUI sudah dipercaya umat Muslim. Dimana makanan yang terdapat label itu dipastikan halal,” terangnya.

Sementara itu, meski jelas tidak ada label halal dari MUI cabang Kota Medan, di kemasan Bolu Meranti Medan, tidak berefek ke sebagian masyarakat.

Mengapa demikian, beberapa masyarakat percaya produk makanan yang diperoduksi Bolu Meranti halal. Dikarenakan, masyarakat melihat website Bolu Meranti www.bolumeranti.co.id, memiliki label Majelis Ulama Indonesia.

Baca Juga : Jual Motor Curian di Grup Jual-Beli Online, Terduga Pelaku Diringkus Pemilik Menyaru Pembeli

“Gimana iya. Bingung juga Saya. Kalau dari websitenya, ada logo MUI nya. Tapi kenyataan dari hasil penulusaran, logonya gak ada. Jadi menurut Saya, makan sajalah. Yang berdosa kan mereka. Yang penting sebelum makan, baca doa aja, biar makanan tersebut menjadi halal,” sebut warga Kota Medan, Shanty.

Kontributor : Imam Efendi
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here