Jelang Muscab Forki Kabupaten Karo, 5 Perguruan Karate Siapkan Program Baru

Jelang Muscab Forki Kabupaten Karo yang seyogianya digelar 22 Agustus mendatang, lima perguruan karate membuat terobosan yang diharapkan bisa memberikan prestasi bagi Pengcab Forki Karo.

57
muscab forki karo
Suasana pertemuan lima perguruan Karate di Karo, Minggu (28/7/2019). (Foto : Syahrial Siregar)

Kitakini.news – Setelah selama ini dinilai tertinggal, lima perguruan karate yang ada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sepakat untuk mendorong prestasi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) di daerahnya untuk lebih progresif. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari rekomendasi yang akan disampaikan pada Muscab Forki Kabupaten Karo, Agustus mendatang.

Kelima perguruan karate tersebut adalah Kala Hitam, Inkai, Funakoshi, Kei Shin Kan dan perguruan Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI). Mereka menggelar pertemuan informal di Kabanjahe, Karo, membahas dinamika olahraga karate di Kabupaten Karo, Minggu (28/9/2019) malam.

Pertemuan tersebut digelar berkaitan dengan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Forki Kabupaten Karo yang akan digelar pada Agustus 2019 mendatang. Untuk diketahui, Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) merupakan organisasi aliansi olahraga cabang beladiri karate di Indonesia.

Abdi S Depari, Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Kala Hitam Karo, Senin (29/7/2019) mengatakan, setelah berdiskusi panjang dalam pertemuan Minggu malam itu, mereka menyepakati beberapa terobosan yang akan direkomendasikan ke Muscab Forki Karo menjadi program baru organisasi.

“Jadi tadi malam kita sudah menggelar rapat. Ada beberapa terobosan yang akan kita rekom. Salah satunya adalah menggelar latihan gabungan secara rutin,” ujar Abdi yang juga anggota DPRD Karo.

Terobosan berikutnya, kata Andi, mendorong pendirian unit-unit latihan karate sampai ke pelosok desa serta fasilitas pemusatan latihan atau TC (training center) untuk atlet. Dikatakan Abdi, Forki Karo juga akan direkomendasikan menggelar pertandingan secara rutin baik di level daerah maupun tingkat provinsi.

“Rutinitas juga akan dilaksanakan pada keikutsertaan karateka-karateka Karo dalam setiap turnamen, bukan hanya di Sumut, tetapi juga kelas nasional dan internasional. Pengupayaan ketersediaan dan transparansi pengelolaan anggaran juga menjadi konsen mereka untuk dijalankan Forki Karo ke depan,” ungkapnya.

Sekadar informasi, hadir pada kegiatan itu, Ketua Pengcab Inkai Tanah Karo, Ulong Ardiansyah. Hadir pula Sekretaris Pengcab Kei Shin Kan Tanah Karo, Sensei Muktar mewakili Pengcab KKI Tanah Karo. Pertemuan itu juga dihadiri para pengurus dari masing-masing perguruan.

Baca Juga : Karo United FC Pastikan Ambil Bagian di Liga 3 Zona Sumut

Muscab Forki Kabupaten Karo Diharapkan Jadi Awal Perubahan Positif

Ketua Pengcab Funakoshi Karo, Robinson Sitepu, menambahkan, Forki Karo membutuhkan banyak terobosan secara internal dan eksternal guna mengejar ketertinggalannya selama ini.

“Tanah Karo memang selalu memiliki atlet-atlet berprestasi. Tetapi secara umum, olahraga karate yang dinaungi Forki masih seperti jalan di tempat selama sekitar 25 tahun terakhir,” ungkap Robinson.

Selama ini, olahraga karate di Kabupaten Karo relatif masih jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Sumatera Utara. Dengan berbagai terobosan yang akan dilakukan mulai periode Pengcab Forki berikutnya, mereka yakin Kabupaten Karo akan mampu menjadi gudang atlet karate nasional.

Seperti diketahui, sesuai aturan organisasi, Pengcab Forki Karo harus menggelar Muscab selambatnya pada tanggal 22 Agustus 2019.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here