3 Kasus Dugaan Salah Penanganan Medis pada Anak Setahun Terakhir, Ada yang Meninggal Setelah Disuntik

Sejumlah pasien menjadi korban pada kasus dugaan salah penanganan medis, ada yang mengalami cacat tapi ada juga yang akhirnya harus meregang nyawa karena diduga oknum petugas medis salah melakukan penanganan.

31
salah penanganan medis
Ilustrasi. (Foto : cnnindonesia.com)

Kitakini.news – Meninggalnya Fathir Arif, balita berusia 31 bulan, Jumat (26/7/2019) lalu, menambah daftar dugaan salah penanganan medis pada anak yang terjadi di Indonesia. Fathir Arif akhirnya meninggal karena petugas medis di Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Medan diduga tidak menangani balita itu dengan benar.

Selain yang dialami Fathir, setidaknya, dua kasus yang mirip pernah terjadi satu tahun belakangan ini. Kasus yang pertama yaitu dugaan salah diagnosa golongan darah. Bayi yang baru lahir ditangani oleh Layanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sulthan Daeng Radja, Kabupaten Bulukumba.

Dilansir dari Sindonews edisi (23/6/2019), bayi yang lahir dengan kepala terbelah ini mendapatkan penanganan yang lambat. Selain itu, diagnosa golongan darah bayi juga mengalami perubahan hingga tiga kali. Pihak RS mengonfirmasi golongan darah bayi ini dari O ke A. Namun ketika mendapatkan pendonor, pihak RS menyatakan bahwasannya bayi tersebut bergolongan darah AB.

Pihak Rumah Sakit (Humas RSUD Andi Sulthan Daeng Radja) berdalih, bayi yang meninggal ini bukan merupakan salah diagnosa golongan darah. Melainkan pihak RS menyatakan penyebab kematiannya karena gangguan pernapasan sejak lahir. Selain itu, ada pula komplikasi lainnya seperti berat badan rendah serta lahir prematur, kelainan pertumbuhan kongenital, anemia dan infeksi.

Baca Juga : 4 Kasus Kecelakaan Maut Tol Cipali Sepanjang 2019

Dugaan Salah Penanganan Medis, Bocah 13 Tahun Meninggal Setelah Disuntik

Dugaan malpraktik di RS Cut Nyak Dhien (RSCUND) Meulaboh dialami oleh bocah laki-laki bernama Alfareza (13). Pasalnya Alfareza meninggal lima menit setelah mendapatkan lebih dari tiga kali suntikan pasca menjalani operasi.

Dilansir dari kompas edisi (22/10/2018), Alfareza menjalani operasi karena dirinya terjatuh dari pohon dan punggungnya tertancap dahan kayu pada Jumat (19/10/2018).

Setelah Alfareza menjalani operasi, tim medis RSCUND menyuntikkan bocah ini lebih dari tiga kali. Penyuntikan dilakukan tanpa uji coba obat yang akan diberikan untuk mengetahui apakah pasien alergi atau tidak pada obat yang diberikan.

Baca Juga : Sadis, Seorang Pria Makan Kucing Hidup-hidup di Kemayoran

Pihak keluarga mengatakan, bahwasanya keponakannya ini setelah dioperasi terlihat sehat. Menurut dokter bedah, kondisi Alfareza sudah membaik dan dapat berkomunikasi dengan mereka. Namun nahas lima menit setelah mendapat ‘suntikan maut’ itu, anak kesayangan mereka meninggal. Sebelumnya, di ruangan yang sama, seorang anak mengalami usus buntu disuntik dan meninggal dunia.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here