Hindari Penggunaan Kantong Plastik Hitam Saat Pembagian Daging Kurban, Ini Resikonya

Hindari penggunaan plastik hitam untuk membungkus makanan seperti daging kurban, karena plastik hitam mengandung zat kimia yang berpotensi bisa menyebabkan kanker.

94
penggunaan plastik hitam
Ilustrasi penggunaan plastik hitam. (foto : faktualnews)

Kitakini.news – Penggunaan kantong plastik atau kresek hitam sangat akrab di masyarakat Indonesia. Banyak juga yang menggunakannya untuk menyimpan makanan siap konsumsi atau pun bahan mentah. Terlebih lagi menjelang perayaan hari raya Idul Adha 1440 H, Minggu (11/8/2019) mendatang, tak sedikit panitia kurban yang memakai kantong plastik hitam sebagai pembungkus daging.

Sehubungan dengan itu, masyarakat Indonesia diminta agar tidak menggunakan plastik hitam sebagai pembungkus daging atau pun makan siap konsumsi. Apalagi makanan panas yang baru dimasak. Sebab, kantong plastik hitam mengandung senyawa kimia berbahaya, yang dapat menimbulkan gejala penyakit, seperti kanker.

Diketahui, plastik hitam, merupakan produk plastik dengan kualitas terendah. Jangan heran jika harganya lebih murah dibandingkan plastik dengan jenis berbeda.

Penggunaan Plastik Hitam Berbahaya Pemicu Kanker, Karena Mengandung Zat Kimia

Plastik hitam juga diketahui berbahan dasar polivinil klorida (PVC) serta mengandung residu (ampas) timah putih dan bahan kimia berbahaya lainnya. Parahnya lagi, kantong plastik hitam juga mengandung zat karsinogen yang mampu memicu timbulnya kanker pada tubuh manusia.

“Benar. Plastik itu kan memang sulit terurai. Bahkan bertahun-tahun belum terurai juga. Jadi plastik-plastik tadi didaur ulang dan menggunakan bahan-bahan yang lumayan berbahaya, misalnya zat pewarna. Zat-zat yang dipakai bersifat karsinogen atau pemicu kanker,” jelas Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr Muhammad Sofyan M. K. M. melalui panggilan seluler, Selasa (6/8/2019) sore.

Lebih lanjut, Sofyan merincikan, proses masuknya zat-zat berbahaya kandungan plastik hitam ke dalam tubuh manusia melalui uraian suhu panas. Hasil uraian itu kemudian menempel di benda yang tersimpan di dalam plastik, kemudian benda tersebut masuk ke dalam tubuh manusia.

“Terutama jika plastik-plastik ini terkena paparan panas, baik itu dari makanan maupun sinar matahari secara langsung. Maka bahan-bahan yang ada di plastik bakalan terurai dan menempel di benda yang ada di dalam plastik itu,” terang Alumnus Magister Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM-USU) itu.

Baca Juga : 7 Bocah Berkurban, Sisihkan Uang Jajan untuk Beli Sapi Rp 20,5 juta

Akan tetapi, dunia medis belum dapat memastikan penyakit kanker di masyarakat disebabkan zat karsinogen yang terkandung dalam plastik itu. Pun begitu, Sofyan memastikan, gejala kanker akibat karsinogen dapat dideteksi setelah kurun waktu puluhan tahun.

“Sejauh ini belum ada yang berefek langsung. Dan bahan karsinogen tadi juga manifestasinya tidak cepat. Mungkin bisa sampai puluhan tahun baru, menimbulkan gejala,” tuturnya.

Jenis-jenis Kanker Yang Dapat Timbul Akibat Plastik Hitam

Ada beberapa jenis kanker yang bisa timbul akibat kandungan karsinogen dalam plastik hitam, yakni Kanker Usus, Payudara dan Nasofaring. Juga Kanker Paru-paru, walaupun kecil kemungkinan disebabkan oleh karsinogenik kandungan plastik hitam.

“Banyak. Apa saja bisa timbul. Kanker Paru-paru bisa juga karena dari plastik ini, tapi kecil kemungkinan. Bisa Kanker Nasofaring, Kanker Usus, Kanker Payudara. Tapi itu semua enggak bisa juga dipastikan penyebabnya. Namun faktor resikonya yang mungkin bisa dikaitkan. Jadi selama terpapar bahan karsinogen itu, kanker apa saja bisa terjadi,” sebut Sofyan.

Nah, untuk itu, dokter berparas tampan ini mengimbau masyarakat, serta memberikan tips agar terhindar dari kontaminasi zat karsinogenik.

Baca Juga : Harga Cabai Merah Meroket Naik Jelang Hari Raya Idul Adha 1440 H

“Jelas, kurangi pemakaian plastik, terutama untuk membawa atau membeli makanan dan minuman yang panas, yang bisa menguraikan zat-zat kimia yang terdapat di dalam plastik itu. Serta menghindari minuman botol (plastik) yang langsung terpapar dari sinar matahari demi menjaga kesehatan tubuh,” imbaunya.

Kontributor : Dhabit Siregar
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here