Analis Politik : Rekam Jejak Dahnil Anzar Tepat Sebagai Calon Wali Kota Medan

Nama Dahnil Anzar Simanjuntak dinilai masuk dalam bursa calon Wali Kota Medan 2020. Selain muda dan religius Dahnil juga dinilai sebagai sosok anti korupsi.

120
calon wali kota medan
Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto : indonesiainside.id)

Kitakini.news – Pernyataan figur petahana, Dzulmi Eldin, tidak ikut bursa pemilihan calon wali kota Medan 2020 membuka peluang calon lain untuk maju. Analis Politik Alumnus National University of Singapore (NUS), Surya Dharma Dalimunthe, pun menilai, sudah saatnya Kota Medan dipimpin sosok anti korupsi, muda, dan religius.

Surya menilai, sosok muda yang dia kenal adalah mantan koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak (DAS). Dia menyebut, DAS pernah aktif di dalam organisasi berbasis agama, Pemuda Muhammadiyah. Itu menjadi satu pertimbangan bagi masyarakat Medan untuk memilih calon pemimpin. Apa lagi Kota Medan juga dikenal sebagai salah kota religius.

Surya Dharma Dalimunthe mengatakan, DAS yang besar dari organisasi otonom Muhammadiyah, pernah berkontribusi bagi anak bangsa. Program anti korupsi, Madrasah Anti Korupsi (MAK) mendapat respon positif dari lembaga nasional antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat MoU antara KPK dan Muhammadiyah. Dengan modal itu, DAS dianggap sebagai tokoh muda anti korupsi.

“DAS tak berpartai. Partainya adalah Pemuda Muhammadiyah yang periode lalu dipimpinnya dengan gebrakan yang lebih terfokus pada pembinaan karakter anak muda, khususnya ‘imunisasi anti korupsi’. Program Madrasah Anti Korupsi (MAK) yang dibangunnya berjalan sukses. Tindak lanjut yang kemudian dibangun dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding antara Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Muhammadiyah dapat dikaitkan dengan success story DAS dalam program MAK yang berskala nasional itu,” kata Surya.

Baca Juga : Eldin Tak Maju di Pilkada Medan 2020 Diduga Imbas dari Oligarki Partai

Menurut Surya Dharma, jejak DAS itu perlu dibaca dan dipertimbangkan oleh Prabowo Subianto. Apakah sebagai pilihan terbaik bagi Gerindra untuk mengajukan DAS dalam Pilwalkot Medan 2020.

“SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) analysis tentu sedang berlangsung dan dalam perguliran waktu yang tak terlalu lama diyakini akan ada kepastian tentang itu. Jika dibayangkan DAS beroleh restu dari Prabowo Subianto, resistansi apa yang akan muncul di lapangan?” kata Surya.

Calon Wali Kota Medan Non Partisan Cederung Lebih Dipilih

Surya menilai, ada dampak positif dan negatif pencalonan figur non-partisan. Menguntungkan jika dilihat sebagai figur non partisan yang berpeluang memasuki relung setiap pemilih tanpa sekat kepartaian. Merugikan, jika dilihat dari perhitungan partai bagi kadernya untuk diusung maju sebagai kandidat.

“Ketika kita melihat tak mungkin tak menghitung kader partai yang sejak lama menanti penerimaan mandat resmi dari Prabowo Subianto. Tetapi semua kader Gerindra di seluruh tanah air dan para analis internasional tahu kinerja DAS dan basis keikhlasan untuk mengamanahkannya membawa mandat partai. Dia memiliki potensi jalan mulus dengan resistansi minim, meski tetap harus dihitung. Faktor ini juga akan menjadi nilai elektabilitas dalam hitungan politik. Pasalnya, anggapan umum bahwa figur berbasis kepartaian sudah memiliki jejak berseberangan dengan partai lain dan konstituennya (pemilihnya),” jelasnya.

Akan tetapi, jika Gerindra tak sudi mencalonkan DAS, maka jalur independen (non-partai) jadi pintu masuknya untuk menjadi kandidat dalam Pilwalkot Medan tahun 2020.

Calon non-partisan dianggap mampu menepis sentralisme-oligarki parpol yang dianggap sewenang-wenang menentukan kadernya untuk dijadikan barang dagang politiknya ke pasar pemilihan.

Kontributor : Dhabit Siregar

Editor : M. Tanjung

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here