Grebek Kampung Narkoba di Marendal, Kapolsek Patumbak Babak-belur Dikeroyok

Akibat dikeroyok tersebut, Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar mengalami luka lebam di wajahnya, dan terpaksa dilarikan ke RS Columbia Internasional Medan.

100
kapolsek patumbak babak belur dikeroyok
Kondisi Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar setelah mendapat perawatan medis. (Foto : Antara Sumut).

Kitakini.news – Kapolsek Patumbak babak-belur dikeroyok puluhan orang saat melakukan gerebek kampung narkoba (GKN) di Jalan Karya Marendal I, Gang Rukun, Pasar IV, Kecamatan Patumbak. Akibat dikeroyok tersebut, Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar mengalami luka lebam di wajahnya dan terpaksa dilarikan ke RS Columbia Internasional Medan.

Kronoligis kejadian Kapolsek Patumbak babak-belur dikeroyok tersebut, saat Kapolsek beserta jajarannya menggrebek peredaran narkoba di kawasan padat penduduk tersebut. Namun, puluhan orang yang diduga pecandu narkoba jenis sabu-sabu mengepung dan menganiaya Kapolsek bersama petugas kepolisian lainnya. Bahkan, seorang pria diduga bandar sabu yang sudah diamankan petugas berhasil lolos karena insiden penyerangan tersebut.

“Penggerebekan ini berlangsung, Kamis (8/8/2019) sekira pukul 17.00 WIB, Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar, Kanit dan Panit Reskirim beserta anggotanya melakukan gerebek kampung narkoba (GKN) di Jalan Karya Marindal I,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo, kepada wartawan, Sabtu (10/08/2019).

Saat berlangsungnya GKN, lanjutnya, petugas berhasil membekuk 3 pengedar narkoba berinisial Sum alias Umar (49) dan menyita barang bukti 2 plastik kecil berisi sabu, kaleng rokok berisi seratusan plastik klip berukuran sedang dan kecil serta uang Rp 150 ribu hasil penjualan narkoba. Sun alias Karyo (30), juga disita barang bukti 2 paket kecil sabu, belasan plastik klip berukuran sedang dan kecil serta uang Rp 200 ribu hasil penjualan narkoba.

Baca Juga : Kapolres Asahan Ingatkan Anggota Jaga Nama Baik Polri

“Dan terakhir Sus alias Susan (29). Dari tangan tersangka juga disita barang bukti 1 plastik berukuran sedang berisi sabu dan 15 plastik kecil berukuran kecil. Selanjutnya ketiga tersangka diinterogasi, dan mereka mengakui jika sabu yang mereka jual itu berasal dari seorang pria berinsial Angg,” ungkapnya.

Kapolsek Dikeroyok Puluhan Rekan Pelaku

Lebih lanjut, Kapolsek bersama sejumlah anggotanya melakukan pengembangan ke rumah Angg guna membekuknya.

Disitu, petugas mendapati Target Operasi (TO) tersebut sedang duduk-duduk di depan rumahnya untuk menunggu pembeli sabu.

Mengetahui kedatangan petugas, tersangka langsung kabur ke arah jalan besar sehingga Kapolsek dan seorang anggotanya melakukan pengejaran.

“Ketika di jalan besar, sekitar 20 orang rekan-rekan tersangka langsung melakukan pengeroyokan dan juga menggunakan senjata tajam terhadap Kapolsek dan anggotanya. Para pelaku langsung kabur,” ujarnya.

“Kapolsek yang mengalami luka-luka di wajah dan lengannya langsung dibawa ke Rumah Sakit Colombia Internasional guna mendapat perawatan medis,” sambungnya.

Satres Narkoba dan Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan yang mendapat informasi terkait penganiayaan terhadap AKP Ginanjar, langsung melakukan pengejaran di seputaran rumah tersangka.

Alhasil, Angg berhasil dibekuk petugas saat bersembunyi di kamar mandi milik salah seorang warga.

Petugas juga menemukan barang bukti 5 plastik klip berukuran sedang berisi sabu, 5 plastik klip berukuran kecil berisi sabu, timbangan elektrik, seratusan plastik kosong dan uang Rp 300 ribu hasil penjualan narkoba yang dibuang tersangka ke WC.

“Tersangka kemudian dibawa untuk dilakukan pengembangan mencari barang bukti lainnya serta para pelaku pengeroyokan terhadap Kapolsek dan anggotanya. Namun setibanya di Jalan Marindal tepatnya di belakang Pabrik Alumex, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha kabur sehingga petugas beberapa kali memberikan tembakan ke udara namun tak diindahkan,” sebutnya.

Baca Juga : Polsek Patumbak Grebek Kampung Narkoba di Marendal, 9 Orang Diamankan

Tersangka Tewas Setelah Ditembak Petugas

Masih dijelaskan AKBP Raphael, petugas akhirnya melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak betis kanan tersangka. Tetapi tersangka yang terluka justru melompat ke parit.

Selanjutnya tersangka dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis. Beberapa jam dirawat, tersangka akhirnya tewas.

Diketahui, tersangka Angg merupakan TO yang sudah lama dicari. Dalam 1 minggu, tersangka bisa menjual 1/2 sampai 1 Kg sabu.

“Saat ini kita masih melakukan pengembangan terhadap jaringan tersangka,” tandasnya.

Kontributor : Imam Efendi
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here