Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, 2 Personel Polres Tanah Karo Dipecat

Kepolisian Republik Indonesia memberhentikan dua personel Polres Tanah Karo tidak dengan hormat setelah keduanya terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika.

176
personil polres tanah karo dipecat
Ilustrasi (Foto : beritasulsel.com)

Kitakini.news – Dua personel Polres Tanah Karo mendapatkan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias dipecat. Kedua personel tersebut resmi diberhentikan pada upacara PTDH, Senin (12/8/2019) lantaran dinilai terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba.

Kedua personel tersebut yakni, Brigadir Deri Andreas Brahmana, yang bertugas sebagai Brigadir Pembinaan Polres Tanah Karo. Selain itu, Brigadir Rus Piccal Sihombing, bertugas sebagai Brigadir Sattahti Polres Tanah Karo. Keduanya dinilai terbukti melanggar pasal 12 ayat 1 huruf a PPRI tentang pemberhentian anggota Polri. Pemberhentian tersebut sesuai kep Kapoldasu no: kep/742/VI/2019/ Tmt diberhentikan tanggal 31 juli 2019.

Pemberhentian ini pun sesuai dengan dengan Undang Undang no 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Upacara PTDH dilakukan di halaman Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kecamatan Kabanjahe. Upacara dipimpin langsung oleh Wakapolres Tanah Karo, Kompol Hasian Panggabean.

Dalam upacara tersebut, hanya seorang anggota Polri yang hadir, yakni Deri Andreas. Sementara seorang lagi, Rus Piccal hanya secara simbolis dengan foto.

Anggota polisi yang dipecat, Deri Andreas, terlihat lemas saat Wakapolres mencopot baju dinas dan pangkat. Kemudian selanjutnya mengganti bajunya dengan baju kemeja sipil biasa.

Kendati sikap berdiri sempurna, namun matanya terlihat berkaca-kaca saat baju dinasnya dilepas dan berjalan menuju barisan.

Baca Juga : Pasca Penggusuran PKL di Medan, Pedagang Ditahan Polisi

Keduanya saat ini masih tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kabanjahe. Keduanya ditangkap karena kepemilikan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu.

2 Personel Polres Tanah Karo Dipecat, Ini Kata Wakapolres

Dalam sambutannya, Wakapolres Tanah Karo, Kompol Hasian Panggabean, menyampaikan pemberhentian tersebut merupakan bentuk ketegasan dari Polri kepada anggotanya. Personel yang terbukti melanggar peraturan, mendapatkan sanksi kode etik yakni pemberhentian dan pencopotan jabatan.

“Ini adalah bukti dari ketransparanan Polri dalam menindak tegas anggota yang terlibat tindak pidana. Dan kami tidak main-main menindak anggota yang melanggar aturan dan hukum,” jelas Hasian.

Dia mengatakan, kalau kegiatan pemecatan anggota ini, adalah untuk menghilangkan dugaan adanya ketidakpercayaan masyarakat kepada Polri.

“Belakangan ini kita dengar adanya isu dugaan kalau setiap permasalahan di tubuh Polri ditutup-tutupi. Dengan adanya PTDH ini kami buktikan bahwa kami tegas dalam menindak anggota untuk menghilangkan isu tersebut,” terangnya.

Dia juga mengatakan, saat ini hanya dua anggota yang mendapatkan PTDH.

“Untuk sekarang ini, yang kita lakukan pemberhentian tidak hormat hanya 2 orang, dan untuk anggota lain ada juga yang lagi dalam proses pembinaan,” ungkapnya.

Baca Juga : Kapolsek Patumbak Dikeroyok saat Gerebek Kampung Narkoba, Ini Kata Kriminolog 

Dirinya juga mengimbu kepada anggota Polri yang masih aktif, untuk bekerja serius dalam mengayomi masyarakat.

“Kita harapkan kepada anggota lain agar bekerja itu sesuai prosedur, dan jangan melakukan tindak pidana yang dapat mencoreng citra dari polisi,” harapnya.

Kontributor : Bayu Pramana
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here