Demo di Hong Kong Berpotensi Bahayakan Pelancong

Aksi demo penolakan RUU Ekstradisi di Hong Kong masih terus berlangsung, sehingga berpotensi membahayakan pelancong dan atas dasar itu Kemlu mengimbau WNI untuk menunda keberangkatan ke Hong Kong.

41
demo di hong kong
Demo di Hong Kong menolak RUU Ekstradisi beberapa waktu lalu. (foto : AP/kin cheung)

Kitakini.news – Aksi demo di Hong Kong terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Ekstradisi yang sudah terjadi dalam beberapa bulan belakangan ini, berpotensi membahayakan pelancong.

Atas dasar itu, Kementrian Luar Neger (Kemlu) RI pun mengimbau kepada Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menunda keberangkatannya ke Hong Kong. Terlebih lagi, bila perjalanan ke Hong Kong itu tidak mendesak, lebih baik ditunda dahulu.

“Untuk perjalanan yang sifatnya tidak mendesak, sebaiknya ditunda hingga situasi lebih kondusif,” demikian informasi Kemlu RI sebagaimana dilansir kitakini News dari kemlu.go.id, Rabu (13/8/2019).

Namun, jika masih ada WNI yang akan berpergian ke Hong Kong, diimbau untuk mencermati perkembangan keamanan terkini. Kondisi terkini di Hong Kong bisa dilihat dari aplikasi ‘safe travel’ Kemlu.

Selain itu, Kemlu juga mengimbau bagi seluruh WNI yang berada di Hong Kong untuk tidak terlibat dalam politik di negara tersebut. Juga diimbau untuk menjauhi titik massa demo.

“Bagi yang menetap di wilayah Hong Kong, agar tetap tenang dan waspada. Menjauhi lokasi berkumpulnya massa. Tidak terlibat dalam kegiatan politik setempat. Serta senantiasa mengikuti imbauan dari otoritas setempat serta memantau informasi di laman FB KJRI Hong Kong (fb.com/kjrihk),” tulis Kemlu.

Bila dalam keadaan darurat, para WNI yang bekerja di Hong Kong bisa menghubungi hotline KJRI Hong Kong melalui WhatsApp di nomor +852 6894 2799, +852 6773 0466, +852 5294 4184 atau melalui Tombol Darurat aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri RI.

Baca Juga : Penembakan Gas Air Mata Saat Umat Islam Salat Idul Adha Pelanggaran HAM Berat

Demo di Hong Kong Sejumlah Negara Sudah Keluarkan Travel Advice

Diberitakan sebelumnya, jauh hari sebelumnya, ternyata sejumlah negara sudah mengeluarkan travel advice ke Hong Kong.

Sejumlah negara yang mengeluarkan travel advice ke Hong Kong diantaranya Inggris, Kanada dan Australia.

Travel Advice itu dikeluarkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan terjadi bagi warga negara asing yang berkunjung ke Hong Kong.

Masing-masing negara itu, mengingatkan warga negaranya yang berkunjung ke Hong Kong untuk mematuhi pihak berwajib. Seperti menghindari sejumlah titik lokasi unjuk rasa.

Begitu juga dengan Pemerintah Indonesia yang telah mengingatkan kepada warga negara Indonesia yang sedang berada di Hong Kong. Melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong menghimbau Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menghindari lokasi demonstrasi. Seperti tidak berada di wilayah Amirality dan Central yang menjadi pusat para pengunjuk rasa.

Baca Juga : Geruduk Kantor Gojek di Medan, Ratusan Pengemudi Tuntut 5 Hal Penting Ini

“Sedapatnya, menghindari wilayah Admirality dan Central yang menjadi pusat penumpukan massa,” papar Pelaksana Konsul Jenderal RI di Hong Kong Mandala S Purba seperti dilansir dari Antara, Rabu (12/6/2019).

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here