Keluarga Warga Tembung Tewas Dipukul Pakai Botol Akan Lapor ke Polda Sumut

Pelaku pemukulan terhadap Ibnu Gunawan yang terjadi pada bulan Juli lalu hingga kini belum juga tertangkap. Keluarga menilai Polsek Percut Sei Tuan yang menangani kasus ini lamban dalam bertindak.

243
tewas dipukul pakai botol
Orangtua korban saat menunjukkan Laporan resmi, dan foto korban semasa hidup dan saat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum meninggal dunia. (Foto : Kitakini.news).

Kitakini.news – Keluarga Ibnu Gunawan (23), pria yang tewas dipukul pakai botol oleh seorang pemuda di Tembung akan mengadu ke Poldasu. Sebab, mereka menilai Polsek Percut Sei Tuan lamban dalam menangani kasus kematian Ibnu yang terjadi Minggu (7/7/2019) lalu.

Hal tersebut disampaikan orangtua korban, Udin (58) kepada Kitakini News saat ditemui dikediamannya, di Jalan Prima Dusun XI, Kecamatan Perut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (14/8/2019).

“Sudah berjalan kurang lebih satu bulan kasus anak Saya belum juga terungkap. Sepertinya kinerja Polsek Percut Sei Tuan melempem. Oleh karenanya, kami berharap bapak Kapoldasu untuk segera menangkap pelaku,” ucap Udin dengan raut wajah sedih.

Dijelaskannya, pihak keluarga sudah melakukan upaya sesuai jalur hukum seperti melakukan autopsi jasad korban serta biodata pelaku sudah diserahkan ke pihak polisi. Tujuannya untuk mempermudah menangkap pelakunya.

“Saya sudah berbuat semaksimal mungkin agar Polsek Percut Sei Tuan bisa meringkus pelaku. Namun, hasilnya sia-sia dan seperti hilang begitu saja kasusnya. Untuk itu, Saya selaku orangtua meminta Kapolda Sumut menegur Kapolsek dan Kanit Reskrim agar merespon laporan resmi atas kasus ini,” jelas Udin dengan linangan air mata.

Hal yang sama juga dilontarkan abang korban Wanda (32). Ia berharap pihak kepolisian khususnya Polsek Sei Tuan tidak menunda-nunda penanganan kasus ini dan segera menangkap pelaku.

“Kita minta polisi segera menangkap pelaku. Sebab, kasus sudah berjalan sebulan, namun Polsek Percut Sei Tuan belum juga ada upaya melakukan penangkapan,” ujar Wanda.

Selain itu, kata Wanda, keluarganya berencana akan melaporkan ke Polda Sumatera Utara atas ketidakseriusan Polsek Percut Sei Tuan dalam menangani kasus tersebut.

Padahal menurut Wanda, rekan korban Anto dan Zulfan sempat berujar bahwa pelaku pemukulan berinisial AG warga Jalan Beringin Gang Aren.

“Kita akan melaporkan kasus ini ke Poldasu atas lamban penanganan kasusnya. Walau demikian, dilihat dulu seperti apa Polsek Percut Sei Tuan dalan mengusut tuntas kematian adikku yang sudah berjalan sebulan tapi belum jelas hingga saat ini,” ujarnya.

Baca juga : Cabuli bocah 6 tahun, Dua pria di Deli Serdang ditangkap polisi

Terkait Kasus Pria Tewas Dipukul Botol Ditembung, Polsek Percut Sei Tuan Masih Bungkam

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay bungkam seribu bahasa. Bahkan, ironisnya, pesan yang dilayangkan lewat Whatsapp sudah dibaca, namun orang nomor satu di Unit Reskrim Percut Sei Tuan ini tidak menjawab.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ibnu Gunawan (23) tewas dipukul pakai botol oleh seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya, Minggu (7/7/2019) malam.

Kejadian ini ditenggarai, karena persoalan permainan futsal antara warga Gang Bersama dengan warga Jalan Prima yang berujung keributan di lokasi futsal di Jalan Pasar VII Tengah.

Disitu, tiba-tiba dari belakang kepala korban dipukul seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya menggunakan botol warna hijau. Akibatnya kepala korban bocor dan langsung mengeluarkan darah, hingga meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Medica.

Berikut Curhatan Keluarga Korban Kepada Media

Reporter : Rahmat Hidayat
Editor : Ummi Fatih

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here