Diduga Depresi, Tukang Botot Gantung Diri di Langkat

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang saat itu sedang mengikat lembu, melihat korban sudah tergantung tidak bernyawa di bawah pohon rambutan.

1506
pencari barang bekas gantung diri
Jasad korban saat masih tergantung di atas pohon rambutan. (Foto : Humas Polres Langkat).

Kitakini.news – Diduga depresi, Umar Bakri Maulana (24), seorang pencari barang bekas gantung diri di bawah pohon rambutan di kawasan Dusun III, Desa Baru Pasar VIII, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Kamis (29/8/2019) pagi.

Tukang botot (pencari barang bekas) yang tinggal di Gang Amernia, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat ini ditemukan tergantung dengan tali yang diikat di atas pohon rambutan oleh warga yang saat itu sedang mengikat lembu.

Kasubbag Humas Polres Langkat, AKP Arnold Hasibuan, dikonfirmasi dari Medan membenarkan kejadian itu. Arnold bilang, jasad Umar pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 06.09 WIB.

“Saat itu, saksi mata atas nama Pragiono sedang mengikat lembu di belakang Komplek PKK,” kata Arnold.

Beberapa saat kemudian, lanjut Arnold, Pragiono melihat mayat tergantung di pohon rambutan dengan leher terikat tali warna putih, persis di belakang Komplek PKK Dusun III, Desa Baru Pasar VIII.

Baca Juga : BBKSDA Riau Selidiki Kasus Pria Tewas Dimangsa Harimau

Pencari Barang Bekas Nekat Gantung Diri Diduga Karena Depresi

Penemuan pencari barang bekas gantung diri tersebut kemudian diteruskan saksi kepada warga lainnya dan polisi. Personel Polsek Hinai yang terjun ke lokasi kemudian membawa jasad korban ke Puskesmas setempat.

“Korban murni bunuh diri. Keluarga korban tidak setuju untuk dilakukan otopsi dan mereka sudah membuat surat pernyataan,” kata Arnold.

Arnold menyebutkan, dari keterangan saksi dan sejumlah warga yang didapat kepolisian, korban nekat mengakhir hidupnya diduga karena mengalami depresi.

“Dari keterangan saksi lain yang kita peroleh, korban mengalami depresi. Mungkin itu yang bisa kita simpulkan kenapa korban mengakhiri hidupnya,” pungkas Arnold.

Baca Juga : Petani di Simalungun Tewas dalam Irigasi Usai Tabrak Pembatas Jalan

Dikatakan Arnold, dari lokasi pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa tali nilon sepanjang lima meter, sandal, sert celana dan baju korban.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here