Masyarakat Medan Keluhkan Bakal Naiknya Iuran BPJS Kesehatan

Sebagian warga menilai rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan belum tepat. Selain kenaikan yang sangat memberatkan pelayanannya juga dinilai masih kurang maksimal.

81
iuran bpjs kesehatan naik
Aktivitas pendaftaran peserta BPJS Kesehatan. (Foto : idntimes.com)

Kitakini.news – Iuran BPJS Kesehatan yang bakal naik dua kali lipat dinilai sebagian masyarakat bakal memberatkan. Masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap misalnya, selain sudah cukup sulit untuk memenuhi biaya sehari-hari, kenaikan iuran BPJS Kesehatan dinilai bakal memperberat beban hidup keluarganya.

Pengemudi ojek berbasis aplikasi atau online (Ojol) menjadi salah satu yang menilai kebijakan tersebut sangat memberatkan. Salah satunya Safarudin (34).

“Menurut Saya, naiknya (iuran) BPJS Kesehatan sangatlah tidak wajar apa lagi hingga mencapai 100% (dua kali lipat). Sedangkan penghasilan Saya tidak tetap. Apalagi terkadang orderan sepi. Itu sangat berpengaruh kepada keuangan Saya dan bisa saja BPJS nantinya tidak terbayar,” ujar Safarudin, saat ditemui Kitakini News, Senin (2/9/2019) pagi.

Warga Jalan Abdul Manaf Lubis, Gang Rasmi, Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia itu mengatakan, belum lagi pelayanan yang ada juga dia nilai belum baik. Menurut ayah tiga anak tersebut, jika memang harus menaikkan iuran, harusnya dimulai dari peningkatan kualitas layanan.

“Harapannya, apabila (iuran) BPJS naik, harusnya didahului pelayan di setiap Rumah Sakit harus juga lebih baik. Jangan sampai BPJS naik tetapi pelayan makin memburuk. Itu sangat mengecewakan untuk masyarakat kecil,” harap Safarudin.

Wacana akan dinaikkannya iuran BPJS itu juga dinilai memberatkan bagi salah seorang montir. Abdul Khalik (34) bahkan mengaku terkejut dengan rencana itu.

Baca Juga : Dilaporkan Warga yang Resah, Terduga Juru Tulis Togel di Medan Tuntungan ini Diringkus

iuran bpjs kesehatan naik
Abdul Khalik, seorang montir mobil di Medan. (Foto : M Farhan Karo-Karo)

“Saya sangat terkejut dengan wacana kenaikan (iuran) BPJS ini. Sedangkan Saya harus membayar BPJS untuk lima orang. Karena Saya menggunakan BPJS kelas 3, Saya harus membayar sebesar Rp 208 ribu. Ini sangatlah memberatkan bagi Saya,” ujar warga Perumahan Asri Indah Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, itu.

Ayah tiga anak itu mengatakan, dengan pekerjaan sebagai montir mobil, penghasilannya belum memadai jika ditambah iuran BPJS Kesehatan yang tinggi. Dia khawatir, tidak mampu untuk membayar BPJS yang iuran per bulannya.

Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Pengamat : Seperti Tak Ada Empati Untuk Masyarakat Menengah ke Bawah

Menyikapi iuran BPJS Kesehatan yang bakal naik, Pengamat Sosial Agus Suriadi menilai, hal tersebut merupakan indikasi pihak BPJS tidak berempati dengan masyarakat menengah ke bawah.

“Banyaknya hal yang sangat menyayangkan, salah satunya iuran BPJS naik. Terlebih lagi masyarakat yang perekonomiannya tidak mampu. Ini akan sangat menyulitkan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan layak. Ini juga menimbulkan kesan, BPJS Kesehatan kurang berempati terhadap masyarakat kecil,” ujar akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU) itu, Senin (2/9/2019).

Dikatakan Agus Suriadi, apabila iuran BPJS ini naik, harus ada solusi untuk masyarakat menengah ke bawah.

“Kalau bicara Individu memang tidak memberatkan, misalnya untuk BPJS kelas 3 yang awalnya masih Rp 25.500 menjadi Rp 42.000. Tetapi kalau bicara tentang satu keluarga yang harus membayar hingga lima orang dalam keluarga, itu sangatlah memberatkan,” tegas Agus Suriadi.

Menurut Agus Suriadi, BPJS harus peka terhadap kesulitan yang dialami masyarakat menegah ke bawah dan berikan solusi.

Baca Juga : 140 Mobil Barang Lakukan Pelanggaran dalam Operasi Patuh Toba 2019 di Sumut

“Misalnya untuk satu keluarga yang kurang mampu hanya membayar Rp 150.000 untuk satu keluarga bukan satu individu,” pungkas Agus Suriadi.

Kontributor : M Farhan Karo-karo
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here