Iuran BPJS Naik, #BPJSRasaRentenir jadi Trending Topik

Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan terus mendapatkan penolakan dari masyarakat dan tak heran bila tagar #BPJSRasaRentenir menjadi trending topik di twitter.

96
iuran bpjs naik
Ilustrasi layanan BPJS Kesehatan. (foto : merdeka.com)

Kitakini.news – Rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mendapatkan penolakan. Terbukti, tagar #BPJSRasaRentenir pun menjadi trending topik di Twitter, Rabu (4/9/2019) sebagai reaksi penolakan terhadap iuran BPJS naik.

Beragam komentar pun muncul, menolak rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang dinilai memberatkan masyarakat tersebut.

Akun @SegaraEkaPutra misalnya. Akun ini menyindir selogan prinsip BPJS Kesehatan.
“Selogan “Dengan Gotong Royong Semua Tertolong” kini berganti jadi “Dengan Gotong Royong Semua Tertodong” cuit Eka di Twitter sembari membubuhkan tagar #BPJSRasaRentenir.

Begitu juga dengan akun @BambangBAlfary yang menyinggung rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan. “Yg di naikan itu pelayanannya, bukan Iurannya #BPJSRasaRentenir” cuit Bambang di akun Twitternya.

Tak ketinggalan, akun @arjw15 juga memberikan komentar pedas terhadap rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan. “Katanya BPJS untuk menolong rakyat eh ko malah menyengsarakan rakyat” cuitnya di Twitter.

Selain cuitan ketiga akun tersebut, masih banyak cuitan netizen lainnya yang umumnya memberikan kritikan pedas terhadap rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut.
Walau demikian, ada juga sebagian masyarakat yang merasa tak keberatan dengan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut.

Seperti akun @febinaw. Melalui cuitannya, akun tersebut menjelaskan tentang manfaat besar BPJS Kesehatan.

Baca Juga : Air Tak Mengalir Selama Dua Hari, Puluhan Warga di Medan Datangi Kantor PDAM

“Ini org yg pake hastag diatas, mereka gak sadar kali ya? Banyak sekali dr kalian yg pake BPJS “hanya” ketika dibutuhkan saja, kalau udah sembuh dan gak butuh lagi, kabur gak bayar. Justru karna oknum2 kayak gini yg bikin BPJS defisit. Geram bgt bacanya, seolah” cuit @febinaw di Twitter.

Iuran BPJS Naik, Ini Alasannya

Diketahui sebelumnya, walau banyak dikritik masyarakat, Pemerintah memastikan tetap akan menaikan iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan itu berlaku untuk peserta BPJS Kesehatan kelas I, II dan peserta non Penerima Bantuan Iuran (PBI) pemerintah pusat dan daerah.

Adapun iuran BPJS Kesehatan untuk kelas III ditunda kenaikannya setelah Komisi IX dan XI DPR menolak usulan itu. DPR meminta pemerintah melakukan pembersihan data sebab terjadi karut-marut data.

Alasan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen itu karena untuk menutupi defisit iuran progrm Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengungkapkan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan mulai berlaku pada 1 Januari 2020. Kenaikan ini berlaku untuk peserta BPJS Kesehatan kelas I dan II.

“Yang kelas I kelas II mulai 1 Januari 2020 jadi Rp 160.000 dan Rp 110.000 sehingga kami bisa sosialisasi untuk masyarakat,” paparnya usai rapat kerja dengan DPR RI, Jakarta, Senin (3/9/2019).

Baca Juga : 3 Negara Non Muslim Ini Berlomba Kembangkan Konsep Wisata Halal

Berdasarkan data, jumlah peserta BPJS Kesehatan sebanyak 223,3 juta jiwa dan 82,9 juta diantaranya merupakan peserta non PBI.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here