Dalam Islam : Ini Hukuman Keras Kepada Pelaku Begal

Islam melarang tindakan pencurian, perampokan, bahkan pembunuhan yang biasanya sering dilakukan seorang pelaku begal.

303
Hukuman pelaku Begal
Pelaku begal yang berhasil dibekuk polisi (foto: kitakini.news)

Kitakini.news – Maraknya tindakan pembegalan, akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan warga masyarakat. Pelaku Begal semakin berani dalam melakukan aksinya. Tidak hanya sekadar merampas motor dan barang-barang milik korban, bahkan berani sampai mencabut nyawa korban dan tindakan pemerkosaan. Hukuman seberat-beratnya bagi si pelaku begal.

Rabu (4/9/2019) Tim Pegasus Polrestabes Medan bersama Tim dari Polsek Percut Sei Tuan berhasil menangkap dua kelompok pelaku Begal yang kerap beraksi di Medan, khususnya pada malam hingga dini hari.

Kapolrestabes Medan (Kombes Pol Dadang Hertanto), didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan (AKBP Putu Yudha Prawira), membenarkan penangkap dua kelompok yang diduga pelaku begal ini. Mereka beraksi berkelompok dengan pisau dan pistol mainan.

“Pelaku begal ini beraksi berkelompok. Di dalam kelompok ada lagi beberapa kelompok terbagi enam orang. Dalam aksinya mereka mengancam korban dengan menggunakan pisau dan pistol mainan,” ungkap Dadang.

Dalam Pandangan Islam, Begal Termasuk Pelaku Kerusakan di Bumi

Dijelaskan oleh Imam Syafi’i dalam kitabnya al-Umm, bahwa Ibnu Abbas berpendapat, mambuat kerusakan di bumi adalah berbuat sesuatu di muka bumi yang dapat merusakkan kehidupan. Seperti membunuh jiwa, merampok harta benda atau menganggu ketentraman masyarakat.

Hukuman bagi pelaku Begal seharusnya sangat berat, mengingat tindakan termasuk telah membuat kerusakan di bumi. Tindakan ini sangat jelas di larang Allah Swt, sebagaimana firmanNya :

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,” (Surat al Maidah, ayat 33).

Baca Juga : Seorang Mahasiswa Berupaya Menghalalkan Zina Lewat Disertasinya

4 Macam Kategori Hukuman Pelaku Begal dalam Al Quran

Abi Suja dalam kitab “Gayat Wat Taqrib” menjelaskan bahwa dalam penerapan Surat al-Maidah ayat 33 (tentang pembuat kerusakan di bumi), Ulama Fiqih mengklasifikasi pelaku begal berdasarkan hukumannya dalam 4 kategori.

  1. Apa bila begal itu membunuh tanpa mengambil harta maka hukumannya dibunuh.
  2. Apabila begal itu membunuh dan mengambil harta, maka hukumannya di bunuh dan disalib.
  3. Apabila begal itu hanya mengambil harta (tidak membunuh) maka hukumannya dipotong tangan atau kaki secara bersilangan. Tangan kanan dan kaki kiri untuk pembegalan pertama dan tangan kiri, kaki kanan untuk pembegalan kedua.
  4. Apabila begal itu hanya menakut-nakuti orang yang lewat tidak mengambil harta dan membunuh maka hukumannya adalah dipenjara dan dita’zir.

Ta’zir adalah hukuman yang dijatuhkan atas dasar kebijaksanaan hakim karena tidak terdapat dalam Al-Quran dan Hadist. Sedangkan secara istilah adalah hukuman yang diberikan kepada pelaku dosa-dosa yang tidak diatur dalam hudud atau aturan.

Jerat Hukum bagi Pelaku Begal yang Berlaku di Indonesia

Kriminolog dari Universitas Indonesia, Hamidah Abdurrahman, mengatakan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terdapat beberapa jenis pencurian. Menurut dia, dalam KUHP juga mengatur sanksi berbeda bagi setiap jenis pencurian.

Menurut Hamidah, pencurian dalam KUHP dibagi dalam 6 pasal, yaitu,
Pasal 362 sampai 367. Pasal 362, yang merupakan pasal yang digunakan polisi untuk menjerat pelaku pencurian biasa.

Pencurian dengan unsur pemberatan ialah seperti pencurian ternak, pencurian yang dilakukan pada waktu kebakaran, letusan, banjir gempa bumi atau gempa laut, gunung meletus, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau bahaya perang, pencurian pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, serta pencurian yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak.

Baca Juga : Polisi Tembak 2 Begal di Deli Serdang, Sumatera Utara

“Untuk pelaku pembegalan, bisa dijerat dengan Pasal 365 karena sebelum mengambil motor milik orang lain, begal memberikan ancaman hingga melakukan kekerasan pada korbannya. Bahkan jika begal tersebut mengakibatkan kematian korbannya maka dia bisa diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun hingga pidana mati atau seumur hidup,” Jelas Hamidah, sebagaimana dilansir dari Tempo.co.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here