Dituding Berikan Edukasi Bohong, PT TPL Didemo dan Nyaris Ricuh

Aksi demo PT TPL di acara Pekan Lingkungan Hidup 2019 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) di Medan nyaris ricuh, sebab para pendemo dihalangi masuk ke acara tersebut.

91
demo tp tpl
Aksi demo PT TPL di Hotel Santika, Medan nyaris riuch, Jumat (6/9/2019). (foto :kitakini.news/imam efendi)

Kitakini.news – Aksi demo PT TPL yang dilakukan puluhan massa di acara Pekan Lingkungan Hidup 2019 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) di Hotel Santika, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, nyaris ricuh, Jumat (6/9/2019).

Sebab, petugas keamanan dan sejumlah panitia acara tersebut menolak masuk massa yang berasal dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu) dan Masyarakat Adat Desa Sihaporas ke acara tersebut.

Alasan para pendemo masuk ke acara tersebut hanya ingin mendengarkan pemaparan PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang menjadi narasumber di acara tersebut.

“Masyarakat hadir untuk dapat memberikan protes kepada masyarakat dan ingin melihat pemaparan dari pihak PT TPL. Apakah Pihak TPL memberikan edukasi bohong kepada masyarakat yang hadir,” teriak Kordinator aksi, Alim perwakilan dari Bakumsu.

Aksi protes mereka di acara tersebut dikawal pihak kepolisian untuk mengantisipasi adanya hal yang tidak diingkan terjadi.

Namun, tiba-tiba puluhan massa itu seketika menerobos masuk ke pintu utama hotel, untuk melihat pemaparan perusahaan PT TPL. Karena pendemo menilai perusahaan tersebut telah merusak mata pencarian masyarakat Toba Samosir dengan pembabatan hutan.

Penerobosan itu pun dihalangi petugas keamanan hotel dan pihak panitia acara tersebut. Sehingga sorak-sorak puluhan massa pun bergemuruh.

Para pendemo kecewa tidak diperbolehkan masuk ke acara tersebut.

“Kenapa masyarakat adat tidak diperbolehkan masuk oleh pihak panitia dan pihak keamanan hotel. Ada apa ini,” sambungnya berteriak.

Sementara pihak kepolisian terus berupaya menetralisir lokasi, sehingga tidak menimbulkan kericuhan apapun di acara Pekan Lingkungan Hidup itu.

Baca Juga : Pekan Lingkungan Hidup Sumut Diprotes Pendemo Karena 2 Perusahaan Ini Jadi Peserta

Kemudian, unjuk rasa itu pun kembali normal dan para pendemo tetap berorasi di depan hotel tersebut.

“Masyarakat adat merasa terhina sekali. Akibat tidak diberikan masuk. Artinya perhelatan dari uang rakyat, yang mengusir rakyat. Apa karena narasumbernya dari perusahaan PT TPL. Kita disini hanya ingin mendengarkan pemaparan dari TPL, bukan buat rusuh,” timpal Roi Lumbangaol, Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut.

Demo PT TPL, Para Pengunjuk Rasa Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah gagal dalam menyelenggarakan acara Pekan Lingkungan Hidup 2019 dengan menghadirkan PT TPL.

“Kita bergabung ada Walhi Sumut, Hari, Bakumsu dan Masyarakat Adat Desa Sihaporas. Kami menyampaikan protes kepada pemerintah Sumatera Utara yang menurut kami telah gagal karena menghadirkan korporasi kotor yang diberikan panggung sebagai narasumber dan pembicara pada kegiatan Pekan Lingkungan Hidup Sumatera Utara tahun 2019 dengan tema Perubahan Iklim,” terangnya.

Dia menjelaskan, bahwa PT TPL tidak pantas terlibat dalam acara tersebut, dikarenakan perusahaan itu sudah membuat sengsara masyarakat desa saat ini.

“Persoalan dan permasalahan masyarakat adat Desa Sihaporas dimana desa mereka sudah dikepung oleh konsesi TPL dan sumber-sumber penghidupan masyarakat ada hilang. Mereka sudah mengadu kepada pemerintah baik daerah dan pusat, tapi pemerintah seakan tutup mata atas permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Roi Lumbangaol menilai bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyakiti hati rakyatnya karena telah pro terhadap PT TPL.

Baca Juga : 2 Pria Ditangkap Karena Mencuri Sepeda Motor di Medan Sunggal

“Pemerintah provinsi menyakiti hati rakyatnya sendiri. Kita juga kecewa dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Lingkungan Hidup lebih pro terhadap perusahan kotor,” lanjutnya.

Usai melakukan orasi tersebut, tidak ada satu pun pihak pemerintah setempat maupun perwakilan dari acara tersebut menemui puluhan unjuk rasa. Selanjutnya, puluhan massa itu membubarkan diri dengan tertib.

Kontributor : Imam Efendi
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here