Peringatan Hari Asyura di Karbala, 31 Orang Tewas

Peringatan Hari Asyura yang dirayakan oleh kelompok Syiah di Karbala, Irak mendadak ricuh dan menewaskan 31 orang dan melukai sedikitnya 100 orang.

275
peringatan hari asyura
Ratusan ribu peziara Syiah memperingati Hari Asyura di Karbala, Irak, Selasa (10/9/2019)

Kitakini.news – Peringatan Hari Asyura yang dirayakan oleh kelompok Syiah mendadak ricuh. Setidaknya, 31 orang tewas dan 100 orang terluka akibat kericuhan yang terjadi di tengah-tengah peringatan Hari Asyura di Karbala, Irak, Selasa (10/9/2019).

Awalnya, peringatan Hari Assyura berlangsung khidmat. Namun, saat ratusan ribu jemaah dari berbagai penjuru dunia melakukan prosesi berjalan menuju tempat yang dianggap suci berkubah emas, para peziarah yang mengenakan pakaian hitam itu mendadak ricuh.

Para jemaah pun terlibat aksi saling dorong. Di tengah kerumunan massa yang sangat ramai, akhirnya mereka saling berdesakan. Sehingga menyebabkan 31 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka karena terpijak, kesulitan bernafas dan lainnya.

“Jumlah korban jiwa masih dimungkinkan bertambah. Karena sekitar 10 orang yang mengalami luka dalam kondisi kritis,” papar juru bicara Kementerian Kesehatan Irak, Saif al-Badr sebagaimana dilansir dari AFP, Rabu (11/9/2019).

Pasca insiden itu terjadi, para korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Al Hussein Medical City di Karbala.

Sayangnya, pihak berwenang belum bisa mengindintifikasi puluhan korban tewas berasal dari negara mana.

Baca Juga : Pasca 3 Tentara Dibunuh Pengedar Narkoba, 2000 Aparat Keamanan Dikerahkan

Menteri Kesehatan Alaa al-Din Alwan tiba di Karbala pada Selasa malam, ketika pesan-pesan belasungkawa mulai mengalir, termasuk dari Presiden Irak Barham Saleh, yang mengungkapkan “belasungkawa yang mendalam” kepada keluarga para korban.

Peringatan Hari Asyura Sempat Dilarang di Irak

Diketahui, ratusan ribu penjiarah dari berbagai negara berkumpul di peringatah Hari Asyura itu. Hari Asyura diperingati setiap tanggal 10 Muharam, untuk memperingati meninggalnya cucu Nabi Muhammad, Hussein. Husein meninggal dalam pertempuran Karbala, Irak, 10 Muharram 61 H (680M).

Dari peristiwa ini, kelompok Syiah memperingati Hari Asyura dengan menggelar ritual ratapan dan kesedihan setiap tahunnya. Dengan aksi penyiksaan diri menggunakan senjata-senjata tajam dan keras, sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi tersebut.

Di masa pemerintahan Saddam Husain, peringatan Hari Asyura yang dirayakan oleh Muslim Syiah sempat dilarang. Soalnya, dalam peringatan Hari Asyura itu, para penjiarah kerap melukai dirinya sendiri dan hal itu jelas dilarang di dalam Islam.

Baca Juga : Asal Usul Hari ‘Asyura’, Dalam Pandangan Syiah dan Sunni

Tidak hanya itu, peringatan Hari Asyura di Karbala, Irak itu juga kerap menimbulkan korban jiwa. Tidak hanya tahun ini, namun di beberapa tahun sebelumnya juga pernah terjadi.

Seperti di tahun 2013. Sebanyak 40 peziarah Syiah tewas saat memperingati Hari Asyura itu. Lalu, di tahun 2005, sebanyak 965 peziarah tewas.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here