Kasus Revitalisasi Pasar Horas, Polda Sumut Tetapkan Benny Sihotang sebagai Tersangka

Polda Sumut menetapkan Benny Harianto Sihotang dan Fernando Nainggolan alias Moses sebagai tersangka terkait kasus revitalisasi Pasar Horas, Siantar.

157
kasus revitalisasi pasar horas
Pasar Horas Siantar. (foto : tribunnews.com)

Kitakini.news – Penyidik Subdit II/Harda Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut menetapkan Benny Harianto Sihotang dan Fernando Nainggolan alias Moses sebagai tersangka terkait kasus revitalisasi Pasar Horas yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan.

“Jadi untuk kasus revitalisasi Pasar Horas tersangkanya Benny Harianto Sihotang dan Fernando Nainggolan alias Moses,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi, Kamis (12/9/2019) sore.

Dikatakan Andi Rian, dalam kasus dugaan penipuan ini, Benny Sihotang merupakan otak pelaku.

“Memang dia (Benny Sihotang) yang dilaporkan (otak pelakunya). Sedangkan Fernando ikut serta dalam kasus ini. Dia (Fernando) merupakan orang suruhan Benny,” beber Andi Rian.

Kasubdit Harda Bangtah, AKBP Edison Sitepu menambahkan, penetapan tersangka diambil setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara.

“Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar perkara dan memeriksa beberapa saksi sebelumnya,” sebut Edison.

Dikatakan Edison, langkah yang akan dilakukan pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara selanjutnya memanggil Benny Harianto Sihotang sebagai tersangka pada Senin (16/9/2019).

“Jadi pemanggilan pertama nanti akan kita lakukan pada Senin mendatang,” ungkap Edison.

Edison menjelaskan, dalam kasus ini, pelapor Rusdi Taslim melaporkan Benny Harianto Sihotang ke Mapolda Sumut. Dalam laporan itu, korban (pelapor) merasa dirugikan sebesar Rp 1,7 miliar.

Baca Juga : Konflik Lahan di Tanah Karo, Seorang Warga Tewas Dikeroyok Belasan Orang

Sebelumnya, penyidik Subdit II Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah) Ditreskrimum Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait proyek revitalisasi Pasar Horas yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan. Saksi tersebut diantaranya Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor dan Sekda Kota Pematangsiantar, Budi Utari Siregar.

Kasus Revitalisasi Pasar Horas Siantar, Ini Kronologisnya

Informasi diperoleh, proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar diproyeksikan tahun 2018 dengan pagu sebesar Rp 24 miliar. Oleh pihak PD Pasar Horas yang kala itu Dirutnya Benny Harianto Sihotang, memenangkan satu perusahaan milik Fernando Nainggolan alias Moses bersama Rusdi Taslim.

Seiring berjalannya waktu, Benny Sihotang meminta uang kepada rekanan (Rusdi Taslim). Oleh Rusdi Taslim menyuruh anggotanya bernama Didit Cemerlang yang kemudian uang diberikan kepada Fernando Nainggolan alias Moses.

Oleh Fernando Nainggolan alias Moses mengirim lewat rekening kepada Benny Harianto Sihotang. Akan tetapi, proyek pembangunan Pasar Horas tidak ada alias fiktif. Akibat kejadian itu, Rusdi Taslim mengaku mengalami kerugian Rp 1,7 miliar.

Baca Juga : Ratusan Nelayan di Belawan Tuntut Dana Tali Asih Pelindo

Karena menjadi korban penipuan, sehigga Rusdi Taslim melaporkan kasus itu ke Poldasu ditangani Subdit IV/Renakta. Tapi karena dinilai penangananya terkesan lambat sehingga diserahkan ke Subdit II/Harda-Bangtah.

Reporter : Syahrial Siregar
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

1 KOMENTAR

  1. saya adalah kluarga besar dari korban…
    saya harap hukuman untuk tersangka setimpah dan setimbal dengan apa yang dilakukan dengan pihak keluarga besar saya. diproses sesuai dasar undang-undang dasar negara terima kasih

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here