Demo Siswa SMAN 1 Tiga Nderket Karo Ricuh, 1 Mobil Wartawan Rusak

Aksi demo tersebut menuntut kepada Kepala Sekolah (Kepsek) terkait transparansi dana BOS, serta menuntut perbaikan fasilitas sekolah yang telah rusak.

5353
demo siswa sman 1 tiga nderket menuntut dana bos
Para siswa yang melakukan aksi demo, dan foto mobil wartawan yang dirusak orang tak dikenal (OTK). (Foto : Bayu Pramana).

Kitakini.news – Demo siswa SMAN 1 Tiga Nderket Jalan Pendidikan, Desa Tiga Nderket, Kecamatan Tiga Nderket, Kabupaten Karo, Senin (16/9/2019) ricuh. Aksi menuntut kepada Kepala Sekolah (Kepsek) terkait transparansi dana BOS, serta menuntut perbaikan fasilitas sekolah yang telah rusak, diwarnai pengerusakan ruangan sekolah oleh siswa.

Bahkan, satu unit mobil wartawan dirusak oleh orang tak dikenal (OTK) karena diduga tidak senang dengan kehadiran wartawan saat meliput.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sejak pagi hari ratusan siswa dari kelas X, XI dan XII sudah berkumpul di lapangan sekolah. Dengan membawa spanduk dan kertas yang ditulis, para siswa ini meminta kepada Kepala Sekolah, Jasua Surbakti, mengenai kejelasan Dana BOS yang diduga adanya penyelewengan dana.

Begitu juga dengan fasilitas-fasilitas milik sekolah yang rusak dan tidak diganti, seperti ruang sekolah yang atapnya jebol dan lain-lain.

Salah seorang siswa, Replita br Ginting (16), mengatakan kalau selama dua tahun belajar di sekolah tersebut, fasilitas sekolah yang rusak belum diperbaiki.

“Aku udah 2 tahun disini bang, tapi sejak masuk sampe sekarang, atap jebol, kaca pecah, kamar mandi, masih rusak bang, Gak diperbaiki. Jadi kemana ini dana BOS nya? Kami minta kejelasan dan transparan soal dana bos itu, kemana ditujukan,” terangnya.

Lanjutnya, dirinya mengaku kalau buku pelajaran di perpustakaan yang sangat sedikit yang menyusahkan siswa ketika hendak menyelesaikan tugas sekolah.

“Buku kami juga gak ada di perpustakaan,” kesal siswi kelas XI ini.

Dirinya juga mengatakan kalau seluruh siswa pada saat masuk pelajaran baru dimintai uang sebesar Rp. 500 ribu, dengan alasan untuk membangun jalan gang menuju sekolah yang rusak.

Baca Juga : Dua Pelajar Tewas Tabrakan Motor di Belawan Medan

“Diawal kami dkutip uang 500 ribu, katanya mau diperbaiki gang jalan ke sekolah karena rusak. Tapi sampe sekarang udah 2 tahun, masih juga belum diperbaiki,” tambahnya.

Para siswa pun berharap kepada pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah untuk menjelaskan perihal transparansi dana BOS yang masuk ke sekolah.

Demo Siswa SMAN 1 Tiga Nderket, Siswa Bertindak Anarkis

Aksi demo siswa SMAN 1 Tiga Nderket tersebut berlangsung panas. Hal ini dikarenakan siswa tidak mau kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Bahkan siswa sempat anarkis, ruangan sekolah dirusak. Bangku serta kaca dirusak oleh siswa yang kesal karena tidak adanya kejelasan dari Kepala Sekolah mengenai kejelasan soal transparansi dana BOS.

“Kami mau kejelasan soal dana BOS, transparansi dana BOS,” teriak siswa.

Pihak kepolisian dari Sektor Tiga Nderket dan Koramil 05 Payung yang mengetahui kejadian tersebut langsung turun kelokasi untuk mengamankan dan mengkondusifkan situasi.

Bahkan sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan siswa yang hendak merusak fasilitas sekolah.

Alhasil, perwakilan siswa pun maju kedepan untuk menyuarakan aspirasinya di hadapan Kepala Sekolah. Menurut Kepala Sekolah, Jasua Surbakti, mengaku kalau dana BOS tidak bisa digunakan untuk keperluan fasilitas sekolah.

“Untuk dana BOS itu tidak bisa digunakan untuk alokasikan untuk fasilitas sekolah,” ujarnya.

Lanjut saat ditanyai mengenai soal adanya pengutipan uang Rp 500 ribu untuk alasan perbaikan jalan gang menuju sekolah dan pengutipan uang komite Rp 50 ribu, dia berkhilah kalau tidak ada kutipan tersebut.

“enggak ada itu, gak ada di kutip,” khilahnya yang terlihat gugup saat dicecar pertanyaan.

Begitu juga saat ditanyai mengenai alokasi dana BOS untuk keperluan buku para siswa, dirinya mengaku kalau dari dana BOS per siswa mendapat Rp 1,4 juta yang digunakan untuk keperluan operasional sekolah. Dan juga untuk alokasi dana BOS untuk pembelian buku sebesar 20 persen.

“Itu ada alokasi dana 20 persen dari 500 juta lebih untuk alokasi buku, tapi itu gak bisa langsung harus bertahap,” khilahnya kembali, yang saat ditanyai kemana lagi dana BOS selebihnya dan mengaku kalau untuk operasional sekolah.

“Kalau sisanya ada di buku, lupa Saya kemana lagi, tapi untuk operasional sekolah,” ujarnya.

Baca Juga : Sepasang Kekasih Tewas Tabrak Tembok Pembatas Parit di Simalungun Sumut

Untuk menjaga kondusif keamanan, para guru pun memulangkan siswa lebih cepat, sementara Kepala Sekolah terlihat tengah berkoordinasi dengan pihak keamanan sekolah di ruangan Kantor Kepala Sekolah.

Mobil Wartawan Dirusak oleh OTK

Usai liputan aksi demo siswa SMAN 1 Tiga Nderket, saat wartawan hendak pulang, terlihat mobil milik salah seorang wartawan rusak.

Padahal saat itu posisi mobil berada di dalam halaman sekolah bersamaan parkir dengan kendaraan lain. Namun terlihat hanya mobil milik wartawan tersebut yang dirusak di bagian bempernya.

Kejadian ini diduga adanya pihak yang tidak senang dengan kedatangan wartawan yang meliput aksi tersebut. Terlihat bemper bagian depan yang sudah jatuh kebawah. Lantas kejadian ini pun langsung diberitahukan kepada pihak sekolah. Namun tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.

Kontributor : Bayu Pramana
Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

1 KOMENTAR

  1. Ternyata udah ganti ya kepsek sman 01 tiganderket,beda kalo jaman sya dulu,kepsek sya pak manang sembiring,gk ada yg ricuh,damai selalu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here