Cinta Berubah Benci, Karena Suami Isteri Kehilangan ‘Thoba’ dan Keadilan

Jika sudah tidak ada lagi keadilan dan hilangnya rasa senang, maka cinta berubah benci, karena suami isteri kehilangan ‘thoba’ dan keadilan.

57
cinta berubah benci
Membangun rumah tangga sakinah mawaddah warahmah (foto: fahmina.or.id)

Kitakini.news – Kandasnya hubungan pernikahan sering berakhir dengan kebencian dan dendam. Sehingga hal yang tidak diinginkan pun akhirnya terjadi, mulai dari perpisahan secara baik-baik, sampai pada tindakan paling ekstrim yang berakhir pada kasus tindakan kriminal. Cinta berubah menjadi benci, karena suami isteri sudah kehilangan ‘Thoba’ dan Keadilan.

Seperti kejadian pada Senin (16/9/2019) lalu, sekira pukul 09.00 WIB, seorang suami mencoba bunuh diri setelah menikam isterinya hingga tewas di kediaman mereka, di barak Nias KM 41, desa Pangkalan Gondai, kecamatan Langgam, kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan SIK melalui Kasubbang Humas Iptu Edy Haryanto pada Selasa (17/9/19) siang membenarkan peristiwa tersebut. Namun Ia mengaku bahwa pihaknya belum dapat memastikan motif terjadinya peristiwa berdarah ini,

“Motifnya belum dapat dipastikan, karena pelaku belum dapat dimintai keterangan. Pelaku mencoba bunuh diri usai menghabisi nyawa istrinya. Saat ini pelaku masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Selasih Pangkalan Kerinci,” ujar Iptu Edy.

Naudzubillah Min dzalik, semoga peristiwa di atas tidak terjadi pada keluarga umat muslim di mana pun berada. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Bagi umat Islam, sebenarnya panduan menjalani hubungan pernikahan itu sudah sangat lengkap diajarkan al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. Namun terkadang kita yang lalai untuk membuka dan memahami ‘buku panduan’ tersebut.

Makna ‘Thoba’ Pada Perintah Allah Swt Tentang Pernikahan

Sebagaimana Allah Swt berfirman,

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ   

“…maka Nikahilah perempuan-perempuan yang kamu senangi …,” (Surat an Nisa, ayat 3)

Kata  ‘Thoba’ ( طَابَ )  pada terjemahan al Quran diartikan ‘senang’. Pada terjemahan google translate diartikan ‘bagus’. Kata ‘Thoba’ serumpun dengan kata ‘Thobbun’ طب  yang artinya medis / obat-obatan, pada terjemahan google translate.

Maka sebenarnya arti awal kata ‘Thoba’ ( طَابَ )  adalah ‘Thobbun’ طب  mengobati. Dan biasanya orang yang sudah terobati, pasti senang.

Kehadiran seorang perempuan dalam kehidupan laki-laki merupakan sunnatullah. Karena Allah Swt tahu bahwa seorang laki-laki akan tentram bila didampingi seorang perempuan sebagai isterinya.

Sebagaimana firman Allah Swt,

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir,” (Surat ar Ruum, ayat 21).

Dalam sebuah hadits, dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah Saw bersabda,

“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya,”

Hadits di atas shahih, diriwayatkan oleh Ahmad (I/424, 425, 432), al-Bukhari (no. 1905, 5065, 5066), Muslim (no. 1400), at-Tirmidzi (no. 1081), an-Nasa-i (VI/56, 57), ad-Darimi (II/132) dan al-Baihaqi (VII/ 77).

Jika pasangan suami isteri sudah kehilangan ‘Thoba’ dalam arti tidak lagi senang melihat pasangannya baik raga maupun jiwanya, maka rumah tangga tersebut akan diambang kehancuran. Akirnya cinta berubah benci, karena suami isteri kehilangan ‘thoba’.

Allah Swt Perintahkan Suami Untuk Berlaku Adil

Keadilan merupakan sifat Allah Swt yang di amanatkanNya sebahagian kepada manusia. Karena manusia sudah dinobatkan sebagai ‘kahlifatu fiil ardh’ (pemimpin di atas muka bumi). Namun seadil-adilnya seorang manusia, tetap Allah Swt juga Yang Maha Adil.

Allah Swt berfirman,

“Dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil,” (Surat al Hujurat, ayat 9)

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, dalam bukunya berjudul “Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, menjelaskan keadilan yang wajib dilakukan seorang suami,

“Suami harus dapat berlaku adil dalam hal makan, minum, pakaian, tempat tinggal dan dalam hal tidur seranjang. Ia tidak boleh sewenang-wenang atau berbuat dzolim karena sesungguhnya Allah Swt melarang yang demikian,” jelas ustadz Yazid.

Jika sudah tidak ada lagi keadilan dan hilangnya rasa senang, maka cinta berubah benci, karena suami isteri kehilangan ‘thoba’ dan keadilan.

Membuat Aturan Dalam Rumah Tangga Jangan Sampai Melanggar Aturan Allah Swt

Kecintaan suami terhadap isterinya dan kecintaan isteri terhadap suaminya tidak boleh menjadikan keduanya mengharamkan apa yang telah Allah halalkan dan menghalalkan apa yang telah Allah haramkan, atau melakukan dosa-dosa dan maksiat karena ingin mendapat keridhaan masing-masing dari keduanya atas yang lain.

Allah Swt pernah menegur Nabi Muhammad Saw, dalam FirmanNya,

“Wahai Nabi, mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu, dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui Lagi Maha bijaksana,” (Surat at Tahrim, ayat 1-2)

Doa Agar Dijadikan Allah Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

(Allahumma Allif Baina Quluubinaa Wa Ashlih Dzaata Bainina Waahdinaa Subulassalaam. Wa Najjinaa Minadzdzulumaati Ilannuuri WaJannibnaal Fawaa Hisya Maa Dzoharo Minha Wamaa Bathona. Wabarik Lana Fii Asmaa ‘Inaa Wa Abshoorinaa Wa Quluubinaa Wa Azwaajinaa Wa Dzurriyyaatinaa Watub ‘Alainaa Innaka AntattawwaaburraHiim. Waaj’alnaa Syaakiriini Lina’matika Mutsniina bihaa Qaabiliiha Wa atimmaha ‘Alainaa. Wa ShollAllahu ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin Wa ‘alaa Aalihi Wa ShoHbihi Wa sallam. WaalHamdu lillahi Rabbil ‘Aalamiin)

“Yaa Allah, rekatkanlah kami, perbaikilah hubungan kami, tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan menuju cahaya dan jauhkanlah kami dari segala kemungkaran yang nampak maupun tersembunyi. Berkahilah kami dalam pendengaran, pengelihatan, hati, pasangan hidup dan keturunan kami. Terimalah taubat kami, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Taubat dan Maha Penyayang. Jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur atas segala nikmat-Mu, memuji nikmat-Mu dan menerima nikmat-Mu, maka sempurnakanlah nikmat-Mu atas kami. Dan semoga keselamatan tercurahkan kepada nabi kami Muhamad dan atas keluarganya dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam“.

Doa Agar Terhindar Dari Perselingkuhan

Dilansir dari AnekaDoa.com (27/1/2017), menuliskan bahwa banyak faktor yang bisa memicu keretakan dalam sebuah rumah tangga.

Hadirnya orang ketiga dalam sebuah hubungan rumah tangga belakangan begitu ramai terdengar. Banyak sekali pasangan yang akhirnya harus berpisah karena masalah orang ketiga. Terdengar begitu klise tapi pada kenyataanya hal tersebut banyak sekali terjadi.

Berikut doa yang bisa diamalkan agar terhindar dari retaknya hubungan rumah tangga akibat perselingkuhan.

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here