Sembilan Diduga Pemberontak Tewas Setelah Baku Tembak dengan Polisi

Aparat kepolisian berhasil menemukan tempat persembunyian diduga pemberontak, setelah melakukan baku tembak, akhirnya kesembilan orang yang diduga pemberontak itu pun tewas.

21
pemberontak tewas
Polisi Mesir berjaga-jaga meningkatkan keamanan. (foto : reuters)

Kitakini.news – Aparat kepolisian berhasil menggerebek tempat persembunyian diduga para pemberontak. Namun, para militan itu tidak menyerah begitu saja. Setelah melakukan baku tembak dengan polisi, akhirnya sembilan pemberontak tewas di Mesir.

Dari sembilan teroris yang tewas itu, salah satunya adalah komandan Liwa At Thawra.

Dilansir dari apnews.com, Kamis (19/9/2019), para teroris itu dikenal sebagai kelompok Liwa At Thawra. Kelompok itu berulang kali mengklaim telah melakukan serangan mematikan ke polisi dan tentara Mesir.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa sembilan orang yang diduga militan itu adalah anggota Brigade Revolusi, sebuah faksi yang memisahkan diri dari kelompok Ikhwanul Muslimin yang telah menargetkan pasukan keamanan dalam serangan-serangan militan.

Dikatakan, baku tembak terjadi ketika polisi berusaha menangkap mereka di tempat persembunyian mereka di distrik Obour di timur laut dan pinggiran kota 15 Mei di selatan.

Baca Juga : Bom Bunuh Diri di Afghanistan Tewaskan 24 Orang Tak Bersalah

Terkait 9 Pemberontak Tewas, Mesir Gencar Perangi Gerakan Pemberontakan

Saat ini, Mesir sedang memerangi pemberontakan yang dipimpin oleh afiliasi lokal dari kelompok Negara Islam di Semenanjung Sinai. Selain itu juga, kelompok-kelompok militan yang lebih kecil yang diduga milik Ikhwan.

Sementara itu, Gamal Eid, kepala Jaringan Arab untuk Informasi Hak Asasi Manusia, mengatakan jaksa memerintahkan aktivis Kamal Khalil untuk tetap ditahan selama 15 hari sambil menunggu penyelidikan atas tuduhan bergabung dengan kelompok teroris dan menyebarkan berita palsu.

“Keanggotaan dalam kelompok terlarang” adalah istilah pemerintah Mesir karena memiliki hubungan dengan berbagai kelompok yang telah dilarang. Termasuk Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi Islam yang dilarang pemerintah dan diberi label kelompok teroris pada 2014.

Idul Fitri mengatakan kepada The Associated Press Rabu (18/9/2019) bahwa pasukan polisi menangkap Khalil awal pekan ini dari rumahnya di Kairo.

Penangkapan aktivis terkemuka itu muncul setelah tuduhan korupsi terhadap militer Mesir yang dilakukan awal bulan ini oleh seorang pengusaha di pengasingan.

Dalam video viral media sosial yang diposting selama seminggu terakhir, pengusaha tersebut menuduh penyalahgunaan dana publik dalam skala besar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan hotel mewah dan istana presiden. Selain itu, digunakan juga untuk makam untuk ibu Presiden Abdel-Fattah el-Sissi, yang meninggal pada tahun 2014.

Baca Juga : Pasca 3 Tentara Dibunuh Pengedar Narkoba, 2000 Aparat Keamanan Dikerahkan

El-Sissi dengan tegas menolak tuduhan itu sebagai “kebohongan belaka dan pencemaran nama baik”.

Editor : Khairul Umam

Mutiara Hikmah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here